LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Nurdin Halid, sang manager legenda PSM Makassar

Sejarah mencatat Nurdin merupakan jaminan prestasi PSM. Bukan hanya merajai sepak bola nasional, Pasukan Ramang kala itu sejajar dengan 'macan Asia'. Bima Sakti dkk merengkuh gelar juara Ho Chi Minh City di Vietnam.

2018-02-23 15:35:04
PSM Makassar
Advertisement

Nurdin Halid dan PSM Makassar ibarat dua sisi mata uang logam yang tidak dapat dipisahkan. Era keemasan skuat berjuluk Juku Eja sudah 18 tahun silam merasakan gelar juara. Terakhir kali ketika masih di tangan Nurdin, sang manager legenda PSM.

Silih berganti kepemimpinan, PSM belum mampu mengulang prestasi menggapai mahkota serupa. Sejarah mencatat Nurdin merupakan jaminan prestasi PSM. Bukan hanya merajai sepak bola nasional, Pasukan Ramang kala itu sejajar dengan 'macan Asia'. Bima Sakti dkk merengkuh gelar juara Ho Chi Minh City di Vietnam.

Tidak kalah prestisius, PSM menembus perempat-final Liga Champions Asia, sebelum takluk dari Shandong Luneng (Tiongkok), Suwon Samsung Bluewings (Korea Selatan) dan Jubilo Iwata (Jepang).

Advertisement

Tangan dingin Nurdin dalam menakhodai PSM tidak lepas dari komitmen dan pengabdian untuk selalu memberikan yang terbaik. Mantan Ketua PSSI itu bukanlah tipe pemimpin yang hanya duduk di balik meja.

Tak segan, ia turun langsung berinteraksi dengan pelatih, pemain dan suporter. Karena itulah, Nurdin dijuluki 'super manager' berkat kepiawaiannya menghadirkan solusi tatkala yang lain sudah buntu.

"Saya tidak bicara politik ya, tapi harus diakui keunggulan NH ada pada komitmen membangun. Bukan tipe orang yang hanya duduk di balik meja, tapi turun ke bawah. Makanya, saat mendengar dia maju pada Pilgub Sulsel 2018, harapan saya ya sepak bola bisa bangkit, bukan hanya PSM tapi Sulsel secara keseluruhan," ujar pengamat sepak bola Makassar, J Don Bosco, Jumat (23/2).

Advertisement

Majunya Nurdin bersama Aziz Qahhar Mudzakkar pada kontestasi politik di Sulsel membawa semangat berkembangnya sepak bola daerah. Terlebih, pasangan nomor urut satu itu memprogramkan pembangunan lapangan sepak bola bertaraf internasional di setiap kecamatan. Nurdin yang merupakan elite Golkar juga berafiliasi dengan bos PSM Makassar, Munafri Arifuddin yang bertarung pada Pilwalkot Makassar 2018.

Munafri sendiri merupakan sosok baru yang menjadi harapan untuk PSM berprestasi. Toh, bersama Munafri, prestasi skuat Juku Eja kembali menggeliat, meski belum berhasil menjadi yang terbaik.

"Insya Allah, setelah Munafri jadi Wali Kota (Makassar) dan NH Gubernur (Sulsel), pasti PSM kembali berjaya. Saya tentunya akan mengerahkan segala kemampuan dan habis-habisan membantu PSM juara," ujar Nurdin.

Nurdin mengungkapkan orang-orang yang pernah mengurus sepak bola, entah itu organisasi ataupun klub, pastinya bukanlah sosok sembarangan. Pasalnya, lebih sulit mengurus sepak bola karena harus pandai memadukan karakter orang per orang. Tanpa kemampuan itu, sulit menghadirkan tim tangguh. Keunggulan lain, orang bola memiliki kemampuan membaca dan memahami karakter lawan untuk dapat ditaklukkan.

(mdk/hhw)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.