LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Novel karya Fredy S, laris karena bumbu-bumbu erotis

"Suci terdiam. Perlahan namun pasti, gadis itu memejamkan matanya dengan kedua bibir tampak gemetar."

2015-02-14 07:20:00
Mengenang Fredy S
Advertisement

Novelis Fredy Siswanto, penulis yang dikenal sebagai pencipta 'roman picisan' menghembuskan nafas terakhirnya pada 24 Januari 2015 silam. Semasa hidup, pria pemilik nama asli Bambang Eko Siswanto ini bahkan mampu merampungkan tiga novel dalam satu bulan.

Pada era 1980 hingga 1990-an, nama Fredy S dikenal berkat novel-novel percintaan hasil karyanya yang sering menyelipkan plot adegan erotis yang membangkitkan birahi. Dalam dunia sastra Indonesia, nama penulis yang menjuluki dirinya sebagai 'sastrawan kaki lima' bahkan diangggap tidak pernah ada.

"Karya Fredy Siswanto memang tidak bisa dilupakan, walaupun pada saat ini tidak banyak yang tahu. Biar dicemooh, tapi nyatanya tetap laris kan. Apalagi saat itu novel romantis berbumbu erotis menjadi konsumsi orang banyak,' kata penulis buku Jakarta Undercover, Muammar Emka saat dihubungi merdeka.com beberapa waktu lalu.

Novel-novel Fredy S yang kerap menyelipkan plot erotis ini yang dianggap menjadi 'barang dagangan'-nya. Pria kelahiran Semarang pada 5 Mei 1954, secara jelas menggambarkan adegan sepasang kekasih yang sedang bercumbu.

Berikut narasi erotis novel Fredy S seperti dikutip dari novel 'Cinta Suci Cinta Abadi'.

"Suci terdiam. Perlahan namun pasti, gadis itu memejamkan matanya dengan kedua bibir tampak gemetar. Maklumlah, baru kali ini dia akan dicium oleh lelaki. Dan lelaki itu adalah orang yagn dicintainya. Sambil menunggu sentuhan bibir Kusuma, kedua tangan Suci pun bergayut di leher pemuda itu."

"Bagi kusuma, ciuman ini pun merupakan ciuman pertamanya untuk gadis yagn dicintainya. Sehingga sebagaimana yang dirasakan Suci, Kusuma pun merasakan hal yagn sama. Bergetar juga hatinya, bahkan sekujur tubuhnya. Perlahan dan dengan lembut, dan dengan sekujur tubuh agak gemetar, Kusuma pun mulai mendekatkan bibirnya ke bibir Suci. Lalu dengan lembut dilumatnya bibir gadis itu. Gadis itu membalas. Sehingga keduanya pun saling melumat bibir satu sama lain."

Baca juga:
Novel-novel karya Fredy S yang difilmkan
300 Novel Fredy S melambung dari Malaysia hingga Brunei Darussalam
Meski dipandang sinis, tapi novel karya Fredy S tetap laris manis
Mengenang Fredy S, novelis 'roman picisan' yang kini terlupakan

(mdk/war)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.