LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Novanto minta KPK tindak lanjuti nama-nama yang disebut terlibat e-KTP

Novanto minta KPK tindak lanjuti nama-nama yang disebut terlibat e-KTP. Fakta baru persidangan kembali diperlihatkan Novanto dengan menyebut Puan Maharani dan Pramono Anung menerima USD 500 ribu.

2018-03-22 16:27:41
Korupsi E-KTP
Advertisement

Terdakwa Setya Novanto menguak pihak0pihak yang dianggap turut serta menerima hasil korupsi proyek e-KTP. Dia juga mendesak Jaksa Penuntut Umum pada KPK menindaklanjuti nama-nama yang telah ia ungkap.

"Kepada Jaksa Penuntut Umum dan KPK, saya harap agar ditindaklanjuti pelaku-pelaku lain yang ikut berperan dalam e-KTP," ujar Novanto di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Kamis (22/3).

Ada sejumlah nama yang diungkap Novanto yakni, Chairuman Harahap, Tamsil Lindrung, Olly Dondokambey, Ganjar Pranowo, mereka disebut menerima USD 500 ribu.

Advertisement

Fakta baru persidangan kembali diperlihatkan Novanto dengan menyebut Puan Maharani dan Pramono Anung menerima USD 500 ribu.

Di akhir persidangan, mantan Ketua Umum Partai Golkar itu juga mengutarakan penyesalannya terlibat kongkalikong korupsi senilai Rp 5,9 triliun itu. Dia berdalih lalai mengikuti permintaan sejumlah swasta yang melobinya dalam pengurusan proyek tersebut.

Dia juga memohon kepada Majelis Hakim agar menerima Justice Collaborator dirinya. Sebab, sesaat sebelum persidangan ditunda Ketua Majelis Hakim Yanto mengatakan Novanto tidak seutuhnya terbuka pada kasus tersebut.

Advertisement

"Saya sungguh menyesal dan saya sadar telah dimanfaatkan oleh mereka untuk mendapatkan keuntungan," ujarnya.

Diketahui, Setya Novanto didakwa memperkaya diri sendiri terkait proyek e-KTP sebesar 7,3 juta dolar Amerika. Penerimaan hasil korupsi tersebut diterima Novanto dari Johannes Marliem, Direktur PT Biomorf Lone selaku penyedia AFIS merek L-1.

Penerimaan Marliem tidak secara langsung diterima oleh Novanto melainkan melalui Irvanto Hendra Pambudi Cahyo, Direktur PT Murakabi Sejahtera selaku peserta lelang proyek e-KTP, sebesar 3,5 juta dolar Amerika dan Made Oka Masagung pemilik OEM Investment secara bertahap sebesar 3,8 juta dolar Amerika.

Baca juga:
KPK akan analisa kesaksian Setnov soal Puan-Pramono terima duit e-KTP
Pramono ungkap Setya Novanto beberapa kali minta perlindungan Jokowi
Idrus Marham bantah uang korupsi e-KTP untuk Rapimnas Golkar 2012
Politisi Golkar soal duit e-KTP buat Rapimnas: Pengakuan sepihak dari Setnov saja
Disebut hakim setengah hati ungkap proyek e-KTP, Setnov bilang 'saya sudah jujur'
Disebut Setnov terima duit e-KTP, Pramono siap dikonfrontir di persidangan

(mdk/eko)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.