Nonton final Bulutangkis Asian Games, Megawati dan Budi Gunawan semobil
Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri tiba di Istora Senayan. Dia datang menggunakan mobil Mercedes Benz dengan pelat nomor B 3. Mega semobil dengan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Jenderal Budi Gunawan.
Babak final cabang olah raga Bulutangkis Asian Games 2018 digelar di Istora Senayan, Selasa (28/8). Sejak pagi suporter Indonesia memadati kawasan Istora Senayan lengkap dengan atribut bernuansa merah putih.
Antusiasme para pendukung atlet bulutangkis Indonesia begitu besar. Bahkan, Presiden Joko Widodo dikabarkan bakal menyaksikan langsung laga final bulutangkis ganda putra yang mempertemukan dua pasangan ganda putra terbaik Indonesia Fajar Alfian - Muhammad Rian Ardianto dengan Marcus Fernaldi Gideon-Kevin Sanjaya Sukamuljo, serta tunggal putra Indonesia Jonatan Christie yang akan menghadapi jagoan Chinese Taipe, Tienchen Chou.
Tidak hanya presiden, sejumlah tokoh nasional dan para menteri pun ikut hadir. Pantauan merdeka.com, sekitar pukul 11.30 WIB, Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri tiba di Istora Senayan. Dia datang menggunakan mobil Mercedes Benz dengan pelat nomor B 3. Mega semobil dengan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Jenderal Budi Gunawan.
Dengan mengenakan kemeja putih dan selendang merah, Mega langsung masuk ke Istora Senayan. Diikuti di belakangnya, Budi Gunawan. Sebelum Mega, Sekretaris Kabinet yang juga politisi PDIP Pramono Anung sudah lebih dulu datang. Pramono mengenakan baju putih dengan jaket hitam.
Setelah Mega, Menko Polhukam Wiranto dan Menteri PAN-RB Syafruddin tiba di Istora Senayan. Syafruddin yang juga Ketua kontingen atau Chef de Mission (CdM) Indonesia Asian Games 2018, tiba sekitar pukul 12.00 WIB.
Baca juga:
Sopir taksi tipu atlet Asian Games, argo dibanderol 10 kali lipat
Kalah dari Indonesia, pesilat Malaysia mengamuk & rusak fasilitas TMII
TNI janjikan bonus bagi prajurit yang berprestasi di Asian Games 2018
Rebut medali emas bulutangkis, Jojo langsung buka baju!
Rio Rizky dari keluarga petani kurang mampu sukses mendayung emas di Asian Games