Ngaku tak bunuh balita Zilki, pemilik panti klaim sayang anak-anak
Ngaku tak bunuh balita Zilki, pemilik panti klaim sayang anak-anak. "Sumpah demi Allah, saya tidak ada menganiaya bayi itu (Zikli) pak, dia sakit demam. Saya sayang sama anak-anak panti," kata Lili Rahmawati (49), pemilik Panti Asuhan Yayasan Tunas Bangsa. Namun polisi merasa sudah memiliki cukup bukti.
Lili Rahmawati (49), pemilik Panti Asuhan Yayasan Tunas Bangsa di Pekanbaru membantah melakukan penganiayaan berat terhadap M Zikli (18 bulan) hingga balita itu tewas. Menurut Lili, bayi Zikli tidak mengalami penganiayaan, melainkan tewas karena sakit demam.
"Sumpah demi Allah, saya tidak ada menganiaya bayi itu (Zikli) pak, dia sakit demam. Saya sayang sama anak-anak panti," kata Lili kepada Kapolda Riau, Irjen Zulkarnain, yang mendatanginya di Mapolresta Pekanbaru, Rabu (1/2).
Bantahan Lili tak dipercaya polisi begitu saja. Polisi merasa sudah memiliki cukup bukti dari hasil penyelidikan dan penyidikan selama ini.
"Itukan alibi (alasan), ya silakan saja. Karena dari hasil pemeriksaan saksi dan alat bukti, hasilnya memang ke dia. Makanya dijadikan tersangka oleh penyidik," tegas Zulkarnain kepada merdeka.com.
Zulkarnain tak masalah bila Lili tidak mengakui hasil penyidikan anak buahnya. Namun, para anak-anak panti asuhan yang berhasil ditemukan polisi serta keterangan saksi lain dari masyarakat dan pengurus Panti tersebut akan menjadi modal untuk persidangan nanti.
"Silakan saja membantah, penyidik sudah memiliki alat bukti yang cukup. Keterangan saksi kan ada, bukti-bukti juga ada," katanya.
Dia mencontohkan, Lili sempat menunjukkan sejumlah dokumen bantahannya terkait penganiayaan terhadap anak-anak di panti Tunas Bangsa serta sejumlah anak yang dipulangkannya ke keluarga masing-masing.
"Tersangka (Lili) bilang ada 5 anak yang sudah dipulangkan ke keluarganya. Tapi buktinya, penyidik berhasil menemukan mereka di sebuah rumah. Mereka mengaku disembunyikan tersangka untuk menutupi kasus ini," kata Zulkarnain.
Zulkarnain membeberkan, hingga saat ini sudah 12 anak panti Tunas Bangsa yang diduga disembunyikan Lili dan telah ditemukan anggota Satreskrim Polresta Pekanbaru. Menurutnya, itu dilakukan Lili agar polisi tidak memiliki bukti atas dugaan kasus penganiayaan terhadap Zilki.
"Mungkin itu alasan tersangka, dan penyidik masih bekerja untuk mendalami kasus ini. Anak-anak yang kita temukan ini juga menyebutkan bahwa tersangka (Lili) sering berlaku kasar kepada mereka," pungkas Zulkarnain.
Baca juga:
Polisi temukan 7 bocah Panti Tunas Bangsa 'diumpetin' di rumah warga
Polisi temukan 5 Balita disembunyikan pemilik Panti Tunas Bangsa
Pemilik Panti Tunas Bangsa diduga aniaya bayi 18 bulan hingga tewas
Derita penghuni Panti Tunas Bangsa disuruh mengemis cari sumbangan
Kak Seto prihatin Panti Asuhan Tunas Bangsa sangat tak manusiawi
3 Penghuni Panti Tunas Bangsa disuruh mengemis sambil bawa bakul
Polisi tetapkan pemilik panti tersangka kasus kematian bayi Zikli