Ngaku bawa bom, penumpang Air Fast diamankan di Adi Soemarmo
Saat kardus yang sebelumnya disebut berisi bom dibuka, ternyata hanya pakaian.
Dony Boscho Deikme (29), penumpang pesawat carteran Air Fast dengan kode penerbangan FS 231 jurusan Halim-Solo-Makassar-Timika, diamankan petugas keamanan Bandara Adi Soemarmo, Solo Rabu (30/12).
Warga Wamena, Papua tersebut membuat ulah hingga menyebabkan kepanikan penumpang lainnya. Dia mengaku membawa bom yang bisa mengancam penerbangan dan keselamatan penumpang lainnya.
"Ia mengatakan membawa bom saat kami periksa di ruang check-in sebelum masuk ke dalam pesawat," ujar Komandan Lanud Adi Soemarmo, Kolonel Nav Agus Priyanto saat menggelar konferensi pers.
Agus mengatakan, saat diperiksa Dony membawa satu kardus karton. Namun saat ditanyakan isinya, dia menjawab membawa bom. Tanpa berpikir panjang, petugas langsung mengamankannya ke markas Satpom Lanud untuk diinterogasi. Namun saat diinterogasi dan kardus bawaannya dibuka, ternyata isinya hanya pakaian.
Kendati demikian, Agus menegaskan akan tetap mengenakan proses hukum pada Dony sesuai Undang-undang Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan Pasal 347 terkait Keamanan Penerbangan.
"Proses hukum tetap kami jalankan, kami akan limpahkan kasus ini ke Polres Boyolali. Pesawat Air Fast yang biasanya membawa pekerja ke Timika tetap terbang pada jam 07.15," pungkasnya.
Baca juga:
Ada isu teror bom, pengamanan Bandara Soekarno-Hatta ditingkatkan
3 Pria bergurau bawa bom di Batik Air Kupang ditahan polisi
Teror bom cuma obat semprot, Batik Air Kupang-Jakarta sudah terbang
Dapat ancaman bom, Batik Air tujuan Kupang-Jakarta batal terbang
Pelaku penebar teror bom di Polres Nganjuk dibekuk
JW Marriott dan Shangri-La diteror bom, polisi telusuri jejak ISIS
Tanggapan Kapolda Metro soal ancaman bom diduga Kelompok Santoso
Hotel JW Marriott dan Shangri-LA di Surabaya diteror bom