Nestapa Ari bocah 'kulit ular', ditolak banyak sekolah
Alasan pihak sekolah tak menerima Ari karena takut membuat murid lain kabur dan pindah sekolah.
Ari Wibowo (16) bocah berkulit ular tak sempat mengenyam pendidikan formal. Tak ada sekolah yang mau menerima akibat kelainan pada kulitnya.
"Saya daftarin di salah satu SD di Pondok Pucung sama MI Baitus Salam Tegal Rotan. Mereka enggak ada yang mau nerima," kata Nenek Ari, Masnah, saat berbincang santai dengan merdeka.com di kawasan Tangerang Selatan, Jumat (26/9.
Masnah menyatakan kepala sekolah salah satu SD Pondok Pucung takut siswa lain kabur melihat Ari. Kepala Sekolah MI Baitus Salam Tegal Rotan juga menolak dengan alasan Ari tak mampu mengikuti pelajaran anak-anak normal.
"Kata kepala sekolah SD, entar gara-gara anak satu anak (Ari Wibowo) yang lain pindah. Kalau Kepala Sekolah MI Baitus Salam bilang entar ketinggalan pelajaran," terang dia.
Lanjut dia, akibat penolakan itu, Masnah mencari alternatif agar Ari tetap mengenyam pendidikan. Ari pun diajarkan mengaji Al-Quran.
"Saya akhirnya panggil guru ngaji setahun cuma saya bayar Rp 200 ribu per bulan. Sekarang ngaji TPA sendiri bayarnya dua puluh ribu sebulan,"ujar dia.
Masih menurutnya, Ari dinilai mempunyai bakat menggambar. Karena itu, keluarga berharap Ari dapat bersekolah di bidang seni lukis.
"Dia kan bisa gambar, gambar pakai pensil bagus. Pengennya disekolahin lukis, keahliannya kayaknya itu," pungkas dia.
Baca juga:
Perjuangan haru Ari Wibowo, manusia bersisik ular
Ditolak sekolah, Ari 'kulit ular' kini belajar mengaji
Ari bocah 'berkulit ular' sering ingatkan adik rajin belajar
Bocah 'kulit ular' dinamai Ari Wibowo biar ganteng mirip artis
Pemda Tangsel cuek, Ari bocah 'kulit ular' menanti uluran tangan