Nelayan Asal Aceh Ditahan di Myanmar
Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Yangon, Myanmar, sedang berangkat ke Kawthaung, Provinsi Tanintharyi, untuk menjemput nelayan asal Ide Rayeuk, Kabupaten Aceh Timur, Provinsi Aceh, yang ditahan di sana. Informasi yang diperoleh dikabarkan seorang nelayan meninggal dunia.
Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Yangon, Myanmar, sedang berangkat ke Kawthaung, Provinsi Tanintharyi, untuk menjemput nelayan asal Ide Rayeuk, Kabupaten Aceh Timur, Provinsi Aceh, yang ditahan di sana. Informasi yang diperoleh dikabarkan seorang nelayan meninggal dunia.
Petugas KBRI Yangon saat ini sedang dalam perjalanan melalui jalur darat. Delegasi KBRI akan menempuh perjalanan selama 21 jam dengan jarak tempuh 850 kilometer. Diperkirakan petugas akan sampai ke lokasi Sabtu (10/11) besok sore.
Sekretaris Panglima Laot Aceh, Miftach Cut Adek mengatakan, petugas menggunakan transportasi darat mengingat saat ini Myanmar sedang puncak kedatangan wisatawan (peak season of tourism). Karenanya tiket pesawat ke daerah tujuan wisata, termasuk Kawthaung umumnya sudah habis terjual.
"Diperkirakan pertemuan dengan 16 ABK (Anak Buah Kapal) baru akan berlangsung besok sore Sabtu 10 November 2018," kata Miftach Cut Adek, di Banda Aceh, Jumat (9/10).
Menurut Miftach, sejak Rabu 7 November 2018, KBRI Yangon sudah menerima informasi tentang penahanan sebuah kapal nelayan berbendera Indonesia oleh Angkatan Laut Myanmar di Kawthaung, provinsi Tanintharyi, Myanmar bagian selatan. Penahanan kapal sejauh ini karena masalah imigrasi (masuk ke perairan Myanmar tanpa izin).
"Dugaan adanya 1 ABK meninggal, tetapi masih simpang siur dan belum dapat dikonfirmasi oleh otoritas Myanmar," jelasnya.
Kendati petugas KBRI belum sampai ke lokasi ditangkapnya nelayan tersebut, telah terlebih dahulu melakukan komunikasi dengan Kepala Polisi Air Kawthaung. Mereka juga membenarkan menahan 16 nelayan asal Indonesia yang memasuki wilayah perairan Myanmar.
KBRI juga telah melakukan koordinasi dan menyampaikan nota verbal kepada Kementerian Luar Negeri Myanmar untuk mendapatkan akses kekonsuleran.
"Namun informasi detail belum diperoleh," ungkapnya.
Baca juga:
16 Nelayan asal Aceh ditahan di Myanmar
Mati misterius, ribuan ikan mas mengapung di sungai
2 Kapal nelayan tertangkap cari ikan di TN Komodo pakai pukat cincin
Pertamina bagikan 1.471 paket konverter kit pada nelayan Sumut dan Kepulauan Riau
Zulkifli Hasan: Negara harus berpihak sepenuhnya pada nelayan
Musim paceklik, hasil melaut nelayan di Pati cuma laku Rp 20 ribu