Negosiasi dengan penculik, waka polres menyamar jadi wartawan
"Beliau tidak sempat mengganti foto id card-nya, karena kondisi darurat," kata Ayub.
Untuk membujuk pelaku penculikan siswi SD Tlogo Patut 2, Jalan RA Kartini, Gresik, Jawa Timur, agar mau keluar dan membebaskan korbannya dari ruang markas Kodim Gresik, tak hanya melibatkan anggota TNI yang menyamar jadi Komandan Kodim (Dandim), Waka Polres Gresik Kompol Alfian Nurrizal juga mengaku sebagai wartawan.
Menurut Kasat Reskrim Polres Gresik AKP Ayub Diponegoro Azhar yang dihubungi merdeka.com lewat telephone selulernya, proses negosiasi antara petugas dan tersangka, yang diketahui bernama Fuad, asal Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) itu, berjalan alot dan butuh waktu dua jam.
Akhirnya, seorang anggota Kodim bernama Suwanto datang menemui tersangka mengaku sebagai Dandim. Namun sayang, kedok sang kapolres terbongkar hingga negosiasi-pun gagal.
"Selanjutnya giliran Pak Waka (Kompol Alfian) datang mengaku sebagai wartawan. Lagi-lagi, kedok penyamaran kita terbongkar. Tersangka tahu kalau Pak Waka bukan wartawan," kata Ayub menceritakan.
Penyamaran Kompol Alfian, yang pernah menjabat sebagai Kapolsek Gubeng ini, menyusul keinginan tersangka yang ingin bertemu dengan sejumlah wartawan, yang melakukan peliputan seputar penculikan yang dilakukan tersangka.
"Pak Waka memakai jaket wartawan televisi lengkap dengan kepleknya. Tapi beliau tidak sempat mengganti foto id card-nya, karena kondisi darurat. Tapi saat di ruangan, pelaku melihat fotonya, akhirnya pelaku tahu kalau si wartawan adalah polisi yang menyamar, dan memintanya keluar," terang Ayub.
Pelaku makin marah, dan meminta semua wartawan ikut keluar ruangan. Upaya untuk mengetahui identitas dan motif penculikan pun gagal total. Namun, setelah dua jam bernegosiasi, akhirnya petugas berhasil membujuk dan membawa tersangka dan korban keluar dengan catatan, mempertemukannya dengan Dandim Gresik.
Nah, saat itulah nasib tersangka nahas. Dia tewas tertembus timah panas petugas karena berusaha menikam anggota Satreskrim Polres Gresik, bahkan sempat terjadi pergumulan antara tersangka dengan anggota TNI.
"Saat itu, dalam perjalanan, mobil berhenti di lampu merah. Tersangka memecah kaca mobil dan keluar sambil membekap korban dan mengacungkan pisau di tangan kanannya. Anggota TNI berusaha merebut pisau itu, hingga tangannya terluka terkena sayatan pisau."
Di saat kritis itu, anggota polisi langsung menyambar tubuh korban dan menyelamatkannya dari cengkeraman tersangka. Sementara tersangka yang masih berdiri dengan pisau di tangan, mengayunkan pisaunya ke depan menyerang anggota yang memberinya tembakan peringatan.
"Tak mau ambil resiko, anggota terpaksa menembaknya setelah memberi tembakan peringatan," tandas Ayub.
Sebelumnya, sekitar pukul 08.30 WIB, di saat jam istirahat di SD Tlogo Patut 2 tengah berlangsung, tersangka Fuad menculik siswi kelas IV, Zariyani Putri Agustin (10). Karena tepergok warga dan pihak sekolah, tersangka mengacungkan pisau di tangannya ke bagian leher korban dan berlari menuju kantor Kodim yang tak jauh dari TKP.(mdk/mtf)