LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Nazaruddin tuding KPK lindungi Anas Urbaningrum

Nazaruddin kecewa lantaran sampai saat ini KPK belum juga menjerat Anas Urbaningrum dan Andi Mallarangeng.

2012-11-29 13:53:29
Kasus hambalang
Advertisement

Terpidana kasus suap Wisma Atlet, Muhammad Nazaruddin, menuding pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi dan beberapa elite politik bersepakat melindungi Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum.

Padahal, menurut dia, jika melihat bukti dikumpulkan lembaga antirasuah itu saat ini sudah cukup buat menjerat Anas dan Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng menjadi tersangka.

"Saya dengar dari beberapa tokoh yang mengunjungi saya mengatakan ada dua hal yang terjadi pada pimpinan KPK. Katanya sudah ada kesepakatan beberapa elite politik dengan pimpinan KPK, Anas (Urbaningrum)harus diselamatkan demi kepentingan umat. Umat mana saya juga tidak tahu. Apakah bagian dari umat korupsi?" kata Nazaruddin sebelum bersaksi di sidang Angelina Sondakh di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Kamis (29/11).

Nazaruddin bahkan mengatakan pimpinan KPK bermain politik dengan sengaja mengulur penetapan status tersangka kepada Anas dan Andi mendekati pemilihan umum dan presiden pada 2014. "Biar (Partai) Demokrat hancur," lanjut Nazaruddin.

Nazaruddin kecewa lantaran sampai saat ini KPK belum juga menjerat Anas Urbaningrum dan Andi Mallarangeng. Dia mengaku sudah menyerahkan semua bukti-bukti keterlibatan keduanya dalam kasus korupsi pengadaan proyek Wisma Atlet.

Mantan Bendahara Umum Partai Demokrat itu mengaku Angie cuma melaksanakan perintah dari Ketua Umum Anas Urbaningrum.

"Kalau soal seberapa banyak Angie menikmati uang suap dari Wafid Muharram sebesar Rp 9 miliar soal proyek Wisma Atlet, saya tidak tahu. Tapi, uang itu lebih banyak dipakai buat kepentingan Ketua Fraksi yang waktu itu dijabat Mas Anas," ujar Nazaruddin.(mdk/bal)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.