Nazaruddin minta KPK tersangkakan Ibas
Nazaruddin ogah merinci keterlibatan Ibas dalam sejumlah proyek pemerintah.
Mantan Bendahara Umum Partai Demokrat, Muhamad Nazaruddin terus bernyanyi dan menuding anak bungsu Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono, Edhie 'Ibas' Baskoro Yudhoyono, terlibat dalam bagi-bagi duit haram proyek. Usai menjalani pemeriksaan di KPK, Nazar malah meminta supaya lembaga penegak hukum itu menjerat Ibas menjadi tersangka.
Namun sayang, suami terpidana kasus korupsi pengadaan Pembangkit Listrik Tenaga Surya di Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Neneng Sri Wahyuni, itu tidak merinci di proyek apa saja Ibas terlibat.
"Ibas itu banyak (terima) dari proyek-proyek. Pokoknya proyeknya banyaklah. (Uang) ke mas Ibas semua,"
kata Nazaruddin kepada awak media usai menjalani pemeriksaan sebagai saksi di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (18/3).
Nazar mengaku telah menyampaikan semua informasi-informasi terkait aliran dana itu. Menurut dia, aliran dana itu dipakai buat modal kampanye SBY saat maju pada pemilihan presiden 2009 silam. Dia meminta KPK segera memeriksa dan menjadikan Ibas tersangka.
"Ya harus tersangka lah. Semua sudah saya beritahukan," ujar Nazar.
Sebelumnya Nazaruddin juga pernah menyebut Ibas pernah menerima duit USD 200 ribu atau sekitar Rp 2,3 miliar dari proyek Hambalang saat menjadi Panitia Pengarah Kongres Partai Demokrat pada 2010. Dia juga pernah menyebut Ibas main proyek di SKK Migas soal pembangunan anjungan lepas pantai bersama dengan mantan Ketua Komisi VII DPR, Sutan Bhatoegana. Tetapi, Ibas sudah membantah tudingan itu.
Baca juga:
Nazaruddin minta KPK tersangkakan Ibas
Nazar sebut korupsi Alkes Udayana mengalir untuk pencapresan SBY
Demokrat: Nyanyian Nazarudin soal Ibas bagi-bagi uang itu sampah
Nazarudin sebut Ibas pernah bagi uang ke Marwan Jafar
Demokrat sebut Nazar bohong dana korupsi mengalir ke pencapresan SBY
Lagi-lagi Nazaruddin ancam beberkan Ibas terima uang haram
KPK periksa Nazaruddin terkait kasus korupsi alkes RS Udayana