LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Nasib sempat tak jelas, akhirnya Vincero bisa bersekolah

Nasib sempat tak jelas, akhirnya Vincero bisa bersekolah. Vincero sempat batal bersekolah di hari pertama, Senin (17/7) lalu. Gara-garanya, orangtuanya yang tergolong tidak mampu, meminta sekolah transparan dalam rincian pungutan Rp 815 ribu dari SDN 016.

2017-07-20 14:30:04
Pungutan Liar
Advertisement

Setelah nasibnya tak jelas gara-gara ditolak di SDN 016, Vincero, bocah laki-laki usia 6 tahun 7 bulan di Samarinda, Kalimantan Timur, hari ini akhirnya bisa bersekolah. Vincero bersekolah bukan di sekolah awal, melainkan di SDN 004, yang berada bersebelahan SDN 016 di Jalan Proklamasi II.

Sekira pukul 08.00 Wita pagi tadi, raut wajah bahagia, terlihat dari orang tua Vincero, Marwah (30) dan David Saputro (31), yang bekerja sebagai pembuat mainan anak-anak keliling.

Didampingi Dinas Pendidikan Kota Samarinda dan Komisi IV DPRD Samarinda yang membidangi pendidikan, Vincero diterima di SDN 004, setelah orangtuanya mengurus administrasi Vincero sebagai murid baru di sekolah itu.

"Alhamdulillah, anak saya bisa bersekolah. Dia sudah pakai baju seragam merah putih, bersekolah mulai hari ini di SDN 004, di sebelah SDN 016," ujar Marwah, dalam perbincangan bersama merdeka.com, Kamis (20/7).

Marwah tidak bisa menutupi rasa bahagianya, lantaran anak sulungnya itu, bisa mengenyam bangku pendidikan sekolah dasar, seperti layaknya anak seusianya.

"Senang dan bahagia, anak saya sekolah. Terima kasih kepada semua pihak, terutama teman-teman media. Juga kepada Dinas Pendidikan, dan DPRD, yang memperhatikan persoalan ini ya," ujarnya.

"Dengan begitu, sudah tidak ada lagi persoalan. Masalahnya sudah selesai. Saya benar-benar sampaikan terimakasih, anak saya akhirnya bisa sekolah, pakai seragam merah putihnya," tambah Marwah.

"Saya dan Bapaknya Vincero (David Saputro), sudah bisa konsentrasi lagi bekerja demi sekolahnya Vincero ya," terangnya.

Vincero, lanjut Marwah, bercita-cita menjadi dokter. Sebagai orangtua, dia akan berupaya semaksimal mungkin mewujudkan cita-cita anaknya itu. "InsyaAllah, mudah-mudahan dia bisa menjadi dokter kelak," ungkap Marwah.

Diketahui, Vincero sempat batal bersekolah di hari pertama, Senin (17/7) lalu. Gara-garanya, orangtuanya yang tergolong tidak mampu, meminta sekolah transparan dalam rincian pungutan Rp 815 ribu dari SDN 016 di Jalan Proklamasi II, yang dinilai nominalnya sangat besar. Sehingga mengadu ke Dinas Pendidikan Kota Samarinda.

Kepala SDN 016 Thoyyibah saat ditemui Selasa (18/7) lalu, tidak berkomentar. Dia kini dinontaktifkan, sembari menjalani pemeriksaan Inspektorat, atas perintah Wali Kota Samarinda Syaharie Jaang. Vincero sendiri, lolos seleksi sejak 3 Juli 207 lalu, dan diterima murni dari hasil tes yang diumumkan 5 Juli 2017 lalu. Hingga sekarang akhirnya Vincero bisa bersekolah.

Baca juga:
Diduga pungli sertifikasi guru, Disdik Sumsel digeledah polisi
Kejamnya kepala sekolah tolak siswa karena sikap kritis orang tua
Trauma, Marwah masih pertimbangkan Vincero bersekolah di SDN 016
Tolak siswa tak mampu, Kepala SDN 016 Samarinda dinonaktifkan
Polisi blokir rekening 3 tersangka pungli di Rutan Sialang Bungkuk
Vincero ditolak SD Negeri usai ortu lapor Disdik soal duit seragam

(mdk/rhm)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.