NasDem: Gerakan separatis sama buruknya dengan kelompok teroris
Syahrul Yasin Limpo menilai tindakan separatis mengganggu upaya bangsa Indonesia terus bekerja untuk meningkatkan kesejahteraan.
Ketua DPP NasDem Syahrul Yasin Limpo, memandang gerakan separatisme sama dengan perilaku teroris. Sebab, dia menilai tindakan separatis mengganggu upaya bangsa Indonesia terus bekerja untuk meningkatkan kesejahteraan.
"Gerakan separatis sama buruknya dengan kelompok teroris. Sekarang, para pelaku semakin sering beraksi antara lain karena dukungan terhadap mereka makin luas. Banyak pendukung gerakan separatis secara terbuka menyatakan sikapnya. Bahkan, berkali-kali mereka menggunakan kebohongan untuk membela separatis," ucap Syahrul di Kampus ABN, Jakarta, Senin (16/7).
Oleh sebab itu, dia menilai ada saja yang mempermasalahkan upaya penegakan hukum oleh aparat yang mencoba menghentikan para kelompok separatis.
"Jangan dikira para separatis itu tidak pernah melukai bahkan menghilangkan nyawa warga. Mereka bolak-balik, tanpa alasan dan sering kali tiba-tiba, menembaki orang-orang yang sedang bekerja atau bahkan sedang di rumah," ungkap Syahrul.
Mantan Gubernur Sulawesi Selatan ini, menuturkan, memang memahami bahwa ada tindakan tertentu harus menggunakan cara yang keras ke para separatis.
"Penegakan hukum terhadap kelompok senjata tentu harus menggunakan senjata," jelas Syahrul.
Pasalnya, lanjut dia, dampak terbesar dari kekerasan para separatis itu adalah gangguan keamanan pada proses pembangunan.
"Program pembangunan terhambat karena pekerja tidak mau meneruskan pembangunan sampai kondisi aman," ujarnya.
Reporter: Putu Merta Surya Putra
Sumber: Liputan6.com
Baca juga:
Belum ada keluarga datang, jenazah 3 terduga teroris masih di RS Bhayangkara DIY
Teroris pemilik bom Pasuruan terkait perampokan CIMB Medan
Tak ikut rakit bom, istri terduga teroris di Pasuruan tetap dibui 200 hari
Kapolri sebut terduga teroris di Yogyakarta jaringan JAK
Usai bom Surabaya, Kapolri sebut 200 terduga teroris telah ditangkap
Kapolri sebut Densus 88 tangkap 50 orang terduga teroris di Jakarta