LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Napi teroris sempat hubungi pengacara ini saat kerusuhan di Mako Brimob

Koordinator Tim Pengacara Muslim Achmad Michdan mengungkap, dia sempat dihubungi narapidana terorisme melalui telepon saat kerusuhan terjadi di Rutan Mako Brimob, Depok, Jawa Barat. Michdan menyebut komunikasi terjadi pada Selasa (8/5) sekitar pukul 22.30 WIB.

2018-05-10 13:13:26
Kerusuhan di Mako Brimob
Advertisement

Koordinator Tim Pengacara Muslim Achmad Michdan mengungkap, dia sempat dihubungi narapidana terorisme melalui telepon saat kerusuhan terjadi di Rutan Mako Brimob, Depok, Jawa Barat. Michdan menyebut komunikasi terjadi pada Selasa (8/5) sekitar pukul 22.30 WIB.

"Ya komunikasi lewat telepon, saya ditelpon dikonfirmasi ada kejadian tersebut," kata dia di Kantor Pusat MER-C, Jl. Kramat Lontar No. J-157, Senen, Jakarta Pusat, Kamis (10/5).

Menurut Michdan, narapidana terorisme menyampaikan bahwa ada korban jiwa dalam kerusuhan tersebut. Michdan juga mengakui mendengar adanya suara tembakan berkali-kali melalui sambungan telepon.

Advertisement

"Dia (terpidana terorisme) bilang 'Pak ada korban'," ujarnya.

Setelah mendapat kabar, Michdan langsung menghubungi Komnas HAM dan Komisi III DPR RI. Namun, tidak ada respons.

"Saya hubungi komisioner dan juga Komisi III supaya mereka ikut dan mencermati paling tidak barangkali bisa mengambil langkah tepat untuk menghindari adanya korban," jelas kuasa hukum terdakwa ujaran kebencian, Alfian Tanjung ini.

Advertisement

Kerusuhan antara narapidana terorisme dan petugas kepolisian pecah di Rutan Mako Brimob, Depok, Jawa Barat, Selasa (8/5) malam. Lima anggota Polri dan satu narapidana terorisme tewas dalam kejadian tersebut.

Berdasarkan hasil autopsi, lima anggota Polri meninggal akibat luka benda tajam. Sementara satu narapidana terorisme ditembak karena melawan dan merebut senjata petugas.

Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto mengatakan, kerusuhan bermula dari urusan makanan. Tahanan kasus terorisme Wawan, marah besar ketika makanan yang dititip oleh keluarga tidak sampai ke tangannya. Wawan lalu mempengaruhi narapidana terorisme lainnya untuk membuat keributan.

Berikut ini identitas lima polisi dan satu narapidana yang tewas:

1. Iptu Luar Biasa Anumerta Yudi Rospuji Siswanto
2. Aipda Luar Biasa Anumerta Deni Setiadi
3. Brigpol Luar Biasa Anumerta Fandi Setyo Nugroho
4. Briptu Luar Biasa Anumerta Syukron Fadli
5. Briptu Luar Biasa Anumerta Wahyu Catur Pamungkas.
6. Abu Ibrahim alias Beny Syamsu (Narapidana terorisme Pekanbaru).

(mdk/did)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.