LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Nama Gubernur Bali Dicatut untuk Penggalangan Dana Pengamanan Pilkada

Nama Gubernur Bali Wayan Koster dicatut oleh pihak tidak bertanggung jawab untuk meminta penggalangan dana pengamanan pelaksanaan Pilkada 2020. Surat palsu tersebut juga berisi tanda tangan dan stempel Wayan Koster.

2020-10-14 09:49:38
Pilkada Serentak 2020
Advertisement

Nama Gubernur Bali Wayan Koster dicatut oleh pihak tidak bertanggung jawab untuk meminta penggalangan dana pengamanan pelaksanaan Pilkada 2020. Surat palsu tersebut juga berisi tanda tangan dan stempel Wayan Koster.

"Gubernur Bali Wayan Koster tidak mengeluarkan surat penggalangan dana tersebut," kata Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskominfo) Provinsi Bali Gede Pramana, Rabu (14/10). Dikutip dari Antara.

Gede Pramana menambahkan bahwa surat palsu yang menggunakan kop berlambang Garuda itu ditujukan kepada pimpinan direksi perusahaan BUMN/BUMD/kontraktor/jasa lainnya perdagangan umum/perbankan se-Bali.

Advertisement

Surat tersebut berisi permohonan dana pengamanan pelaksanaan pilkada yang bisa ditransfer ke rekening BRI Nomor 501801020835538 atas nama Juwita.

"Agar lebih meyakinkan, si pembuat surat juga memalsukan stempel dan tanda tangan Gubernur Bali Wayan Koster," ujarnya.

Dalam surat yang beredar tersebut, pelaku membeberkan seolah-olah anggaran untuk pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah 2020 di Bali mengalami kekurangan dana sehingga berharap pimpinan BUMN/BUMD dan perusahaan yang ada di Denpasar ikut membantu.

Advertisement

Dia berharap pihak-pihak yang telah menerima surat tersebut tidak memenuhi permintaan untuk mengirimkan dana sumbangan ke rekening yang tertera dalam surat.

Gede Pramana mengimbau masyarakat senantiasa waspada terhadap modus penipuan yang mengatasnamakan Gubernur Bali atau pejabat lainnya.

"Secara tata naskah dinas surat tersebut juga tidak sesuai," katanya.

Ia meminta masyarakat melaporkan apabila menemukan ada pihak-pihak yang memalsukan nama Gubernur Bali atau pejabat lainnya.

(mdk/cob)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.