LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Nama Garut Hilang dalam Proyek Tol Gedebage-Tasikmalaya-Cilacap

Proyek tol di wilayah bagian selatan masih dalam proses pengerjaan. Pemerintah Daerah (Pemda) Garut mempertanyakan hilangnya nama 'Garut', dalam proyek nasional jalan tol nasional Gedebage-Tasikmalaya-Cilacap. Padahal jalur bebas hambatan yang menghubungkan Jabar dengan Jateng tersebut melintasi Garut.

2021-04-28 10:45:43
tol
Advertisement

Proyek tol di wilayah bagian selatan masih dalam proses pengerjaan. Pemerintah Daerah (Pemda) Garut mempertanyakan hilangnya nama 'Garut', dalam proyek nasional jalan tol nasional Gedebage-Tasikmalaya-Cilacap. Padahal jalur bebas hambatan yang menghubungkan Jawa Barat (Jabar) dengan Jawa Tengah (Jateng) tersebut melintasi Garut.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Garut Agus Ismail mengatakan, munculnya nama Garut dalam nomenklatur proyek strategis nasional dianggap penting sebagai bagian dari brand daerah secara nasional.

"Padahal Garut itu dapat pintu exit tolnya saja dua, yang lain satu, tapi malah nama Garut hilang," kata Agus, Senin (26/4). Dikutip dari Liputan6.com.

Advertisement

Dalam penamaan rencana bakal jalan tol di wilayah Jawa Barat bagian selatan ini, hanya nama daerah Gedebage (kabupaten Bandung), kemudian Tasikmalaya serta Cilacap yang muncul, sementara nama Garut dengan panjang hingga 34 kilometer yang terlintasi dalam proyek itu sirna.

"Kami juga mempertanyakan ada apa ini, kok nama daerah lain muncul, sementara kami tidak?" ujarnya.

Menurut Agis sapaan akrab Agus Ismail, munculnya nama daerah dalam sebuah jalur proyek nasional, dinilai sangat bermanfaat untuk mengenaikan potensi daerah sekaligus menaikan pamor dan promosi potensi suatu daerah.

Advertisement

"Kalau hanya daerah lain muncul, orangnya tahunya hanya daerah itu, sementara kami tidak dikenal," ujarnya.

Selain itu, penghilangan nama daerah dalam sebuah rute transportasi nasional, berpotensi menghilangkan potensi suatu daerah. "Jangan sampai mematikan peran daerah aktivitas yang sudah ada," kata dia.

Awalnya dalam proyek awal jalan Tol Cigatas alias Cileunyi-Garut-Tasik, nama Garut sempat muncul, namun setelah perubahan menjadi jalan tol Gedebage-Tasik-Cilacap, nama Garut justru menghilang.

"Masa mau ke Tasik tidak lewat Garut, memangnya mau lewat mana?" tutur dia.

Dengan penghilangan nama daerah, dikhawatirkan menimbulkan ketimpangan ekonomi akibat tidak adanya informasi mengenai potensi Garut. "Orang tahunya wisata hanya Pangandaran, padahal potensi wisata Garut juga tidak kalah bagusnya," cetusnya.

Sebagai daerah dengan potensi wisata dan pertanian terbanyak di Jawa Barat, kemunculan nama Garut dalam proyek jalan tol itu, penting untuk mengingatkan pengunjung yang datang.

"Bagaimana orang tahu situ Bagendit sebagai destinasi wisata dunia, nama Garutnya saja tidak ada," bebernya dia.

Baca juga:
Mengaku Tak Hafal Jalan Jakarta, Ibu-ibu Pemotor Masuk Tol Angke Karena Ikuti GPS
PUPR Targetkan Pembangunan 427 Km Jalan Tol Rampung Tahun Ini
Kementerian PUPR Target 19 Ruas Tol Baru Rampung Tahun Ini
Pemotor Perempuan Masuk Tol Angke 1 Karena Ikut Petunjuk GPS
Halau Pemudik, Tujuh Titik di Ruas Tol Bakauheni-Terbanggi Besar Disekat
PT PP Lepas Kepemilikan Saham Tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi Senilai Rp412 Miliar

(mdk/cob)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.