Nakhoda dan ABK terbakar usai kapal minyak meledak di Kepulauan Meranti
Nakhoda dan ABK terbakar usai kapal minyak meledak di Kepulauan Meranti. Para korban belum mengetahui penyebab pasti dari ledakan tersebut. Selanjutnya, nelayan setempat bernama Apin, dan beberapa orang ABK kapal sekitar melakukan pemadaman api dengan menggunakan racun api.
Sebuah Kapal Badan Usaha milik Desa pembawa minyak dengan nomor KM Sakni Anugrah GT 885/PPe, di Pelabuhan Pelindo 1 jalan Pelabuhan Kelurahan Selatpanjang Kecamatan Tebinggi Tinggi Barat Kabupaten Kepulauan meranti. Peristiwa itu terjadi Minggu (19/11) sekitar pukul 11.30 WIB.
"Tiga orang mengalami luka bakar dalam kejadian itu. Ketigaya yaitu Jaafar (44) selaku kapten atau nakhoda kapal, dan dua anak buahnya, M Fikri (18), Mustofa (35)," ujar Kapolres Kepulauan Meranti AKBP La Ode Proyek kepada merdeka.com.
Dijelaskan La ode, ketiga korban merupakan warga Desa Sungai Apih Kecamatan Kuala Kampar Kabupaten Pelalawan. Peristiwa itu terjadi ketika kapak bersandar setelah melakukan pengisian minyak. Tiba-tiba kapal tersebut meledak. Beruntung, nakhoda dan para ABK hanya terpercik semburan api.
"Warga sekitar yang melihat kejadian itu langsung membantu dan menyelamatkan korban. Mereka berhasil dievakuasi dibawa ke rumah sakit umum," ucap La Ode.
"Sebagian kapal terbakar, namun tidak seluruhnya. Saat ini api sudah padam, dan korban sedang ditangani dirawat tim medis RSUD Kepulauan Meranti," kata La Ode.
Baca juga:
Kemenhub selidiki penyebab KM Dharmar Kencana terbakar di Karimunjawa
KM Dharma Kencana II terbakar, seluruh penumpang berhasil dievakuasi
Kapal terbakar di Kalsel, 3 korban luka bakar serius
Dahsyatnya amukan si jago merah lahap belasan kapal di Pati
Pemadaman puluhan kapal terbakar di Pati terkendala akses jalan
Salah satu kapal terbakar di Pulau Seprapat milik wakil Bupati Pati
Kapal tanker milik Pertamina meledak di Batam, 5 tewas