Naik taksi, tersesat di Cikeas
Berita Indonesia cepat, aktual, serius, unik, dan baru: Terpilihnya Endang di detik terakhir bukan tanpa sebab. Presiden SBY sebelumnya telah mengaudisi Nila Djuwita Moeloek.
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono satu persatu memanggil calon menteri Kabinet Indonesia bersatu jilid II ke Cikeas pada pertengahan Oktober 2009 lalu. Namun hingga detik terakhir, SBY belum menemukan calon menteri kesehatan yang sreg.
Sementara itu, suasana rapat di Hotel Horizon Bekasi tiba-tiba hening saat ponsel keynote speaker berdering. Endang Rahayu Sedyaningsih, mengangkat teleponnya dan mendengarkan seseorang memperkenalkan diri dan memintanya untuk Cikeas, Bogor.
Endang pun bercerita, dirinya awalnya tidak percaya bila pria yang menelepon dan memintanya menuju Cikeas adalah Menseskab (saat itu) Sudi Silalahi. Endang bahkan harus meyakinkan bahwa sang penelepon benar-benar pihak Istana yang memintanya menghadiri audisi menteri.
"Waktu itu saya sedang rapat di Hotel Horizon Bekasi. Lalu saya dihubungi oleh nomor yang tidak saya kenal. Karena saya merasa saya bukan orang penting, saya tidak menyimpan nomornya Pak Sudi Silalahi. Saya disuruh datang ke Cikeas untuk menjalani tes. Saya sempat bertanya, ini serius apa salah sambung. Dia bilang ini serius," cerita Endang saat ditemui di rumahnya di Jl Pendidikan Raya III, Blok J, Duren Sawit, Komplek IKIP, Jaktim, Kamis (22/10/2009) lalu.
Endang mengabaikan telepon tersebut. Namun lagi-lagi telepon genggamnya berdering kembali. "Ada telepon kedua yang meminta secepatnya menuju ke Cikeas," ungkapnya.
Tanpa pikir panjang, Endang langsung meninggalkan tempat acara dan menuju ke Cikeas. Demi mengejar waktu, Endang pun langsung meluncur dengan taksi menuju kediaman SBY di Puri Cikeas. Karena sopir taksi dan dia belum kenal jalan, Endang sempat tersesat.
"Saya naik taksi ke Cikeas, sempat nyasar juga karena saya dan sopir taksinya tidak tahu Cikeas," terangnya.
Begitu tiba di Cikeas sekitar pukul 14.30 WIB, Endang menjumpai tim dokter dari RSPAD sudah standby. Dia lantas menjalani audisi sekaligus tes kesehatan hingga pukul 18.00 WIB.
Selesai menjalani psikotes, perempuan kelahiran Jakarta, 1 Februari 1955 tersebut langsung bertemu Presiden SBY dan Wakil Presiden Boediono dan ditanya kesiapannya menjadi menteri kesehatan.
"Saya katakan, kalau Bapak memberi kepercayaan kepada saya, ya tentunya saya bersedia dan siap," imbuh Doktor lulusan Harvard University ini.
Terpilihnya Endang di detik-detik terakhir memang bukan tanpa sebab. Presiden SBY sebelumnya telah mengaudisi Nila Djuwita Moeloek.
Bahkan Nila Moeloek jadi kandidat kuat calon Menkes, karena telah menjalani uji kelayakan dan kepatutan di Puri Cikeas, Bogor. Namun karena alasan kesehatan, Nila akhirnya batal menjadi Menkes.(mdk/hhw)