Musim hujan, sampah Kota Tangerang capai 17 ton, paling banyak dari kali Cisadane
Kepala Bidang Sumber Daya Air, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Taufik Syahzaeni, menegaskan sampah yang terbawa arus kali Cisadane ini berasal dari luar Kota Tangerang. Dia mengklaim telah mengantisipasi persoalan itu dengan membuat jebakan sampah dan pengerahan armada juga penambahan petugas kebersihan.
Volume sampah di Kota Tangerang mengalami peningkatan signifikan. Kondisi itu terjadi akibat meningkatnya debit air di Kali Cisadane karena hampir setiap hari hujan turun.
"Beberapa hari ini sampah mengalami peningkatan dari hari biasanya yang hanya 14 ton menjadi 17 ton," kata Kepala Tata Usaha Tempat Pembuangan Sampah (TPS) Rawa Kucing, Masan, kepada wartawan, Jumat (9/2).
Volume sampah harian Kota Tangerang mayoritas berasal dari sampah rumah tangga di 13 kecamatan
"Tambahan sampah ini adalah yang terbawa arus air di Cisadane, ini sampah dari Bogor dan Tangerang Selatan," katanya.
Terpisah, Kepala Bidang Sumber Daya Air, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Taufik Syahzaeni, menegaskan sampah yang terbawa arus kali Cisadane ini berasal dari luar Kota Tangerang. Dia mengklaim telah mengantisipasi persoalan itu dengan membuat jebakan sampah dan pengerahan armada juga penambahan petugas kebersihan.
"Penambahan sampah itu adalah yang berhasil kami angkut dari Cisadane. Kami berusaha memastikan Cisadane tetap bersih dan zero sampah," katanya.
Baca juga:
Sandiaga sebut ITF Sunter tinggal menunggu persetujuan Menteri Luhut
Begini kotornya laut Jakarta dicemari sampah plastik
Anies gandeng Denmark hingga World Bank tangani sampah Ibu Kota
Gubernur Anies ajak warga kurangi sampah karena per hari capai 7.000 ton
Sampah plastik berserakan di sekitar panggung hiburan tahun baru Monas
Dinas Kebersihan DKI klaim denda buang sampah di sungai terkumpul Rp 87 juta
BPPT gelontorkan Rp 90 miliar ubah sampah Bantar Gebang jadi listrik