Musim hujan, sampah di Kali Layar meningkat 100 persen
Secara rutin pengangkutan sampah dilakukan sebanyak 4 kali oleh truk pengangkut tiap harinya.
Volume sampah di Pintu Saringan Sampah Kali Layar, Kelurahan Rawa Badak Selatan, Kecamatan Koja, Jakarta Utara, meningkat dua kali lipat pada musim hujan ini. Jika pada musim kemarau sampah yang terjaring di saringan pintu sekitar 4-5 meter kubik, di musim penghujan ini sampah yang terjaring mencapai 10 meter kubik.
Kepala Operator Pintu Saringan Sampah Kali Layar, Rawa Badak Selatan, Koja, Endang (43) mengatakan, secara rutin pengangkutan sampah dilakukan sebanyak 4 kali oleh truk pengangkut dengan total volume sekitar 3-4 meter kubik per hari.
"Tapi sejak memasuki musim penghujan, Januari ini meningkat dua kali lipat. Bahkan sejak akhir pekan lalu, setiap hari sampah mencapai lebih dari 10 meter kubik," ujarnya kepada wartawan di lokasi, Rabu (28/1).
Sementara itu, Lurah Rawa Badak Selatan, Sutardjo mengatakan, tingginya volume sampah akibat dari rendahnya kesadaran masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya. Padahal, keberadaan Kali Layar amat vital sebagai salah satu muara sebagian besar saluran mikro di wilayah Kecamatan Koja.
"Kalau sampai kali tertutup sampah dan aliran pasti terganggu. Risikonya se-Kecamatan Koja bisa tergenang," ujarnya.
Untuk itu, pihaknya akan menggencarkan sosialisasi pada warga. Seperti pada para pedagang di Pasar Rawa Badak, dan sejumlah pemukiman warga di sekitar kali.
"Nanti kalau terjadi banjir kan kita semua yang dirugikan. Oleh karena itu, saya akan mengimbau agar warga tidak membuang sampah ke kali," tandasnya.(mdk/dan)