Murid SMAN 13 Depok sedih tak lagi diajar Guru Dika
Murid SMAN 13 Depok sedih tak lagi diajar Guru Dika. Andika dipecat diduga terkait postingannya kasus pungli. Pihak sekolah membantah memecat Dika, tetapi tidak melanjutkan kontrak kerjanya.
Murid SMAN 13 Depok merasa sedih karena guru honorer bernama Andika Ramadhan Febriansah diberhentikan sepihak oleh sekolah. Dika diberhentikan diduga karena mengunggah soal dugaan pungutan liar di sekolah ke media sosial.
Menurut siswa, Dika dinilai guru yang sangat baik dan asik selama mengajar. Para siswa pun menyayangkan sikap sekolah yang tidak melanjutkan masa kerja kontrak lulusan Sekolah Master tersebut.
"Pak Dika asik banget, orangnya baik. Saya sedih Pak Dika enggak ngajar lagi," kata A (15) siswi kelas 10, Kamis (12/1).
Dirinya mengaku tidak mengetahui pasti penyebab utama Dika dipecat. Dikatakan banyak siswa merasa kehilangan Dika. Siswa menilai selama Dika mengajar tidak ada yang salah.
"Pak Dika ngajarnya udah bener kok. Materinya sampai ke kami. Kalau ngajar suka muterin film kayak sejarah gitu. Terus film yang bangkitkan semangat serta percaya diri ke siswa," tuturnya.
Dia mengaku selama Dika mengajar anak-anak nyaman dan merasa senang. "Kalau bel bunyi kayaknya waktunya sebentar. Kami ingin lagi dan lagi, enggak bosen kalau Pak Dika ngajar, pengennya waktunya lama," ujarnya.
Ia mengatakan jika dirinya tidak bergabung dengan kelompok belajar Studio Merdeka yang digagas Dika. "Enggak ikut itu sih cuma nilai saya juga enggak kalah dengan mereka yang ikut. Jadi enggak ada tuh kalau dibedakan nilainya yang anak Studio Merdeka nilainya lebih bagus dengan yang bukan," katanya.
Sementara itu Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMAN 13 Rakhmad Fauzi mengatakan dirinya tidak masalah dengan metode pembelajaran yang dibawakan Dika. Yang penting kata dia materi yang disampaikan dapat diserap siswa.
"Tapi pas saya tanya ke dia, film yang diputar bukan tentang sejarah tapi tentang yang lain," katanya.
Kepala Sekolah SMAN 13 M Mahpudin mengatakan pihaknya berharap jika kelompok belajar Studio Merdeka tidak menggunakan embel-embel nama sekolah.
"Silakan saja asal jangan pakai logo sekolah. Karena organisasi resmi di sekolah yang resmi itu ya OSIS. Jika pun anak-anak ada yang keluhan tentang sekolah silakan bicara ke OSIS kemudian dilanjutkan ke sekolah. Sekarang wajar saja jika bangunan sekolah memang masih belum selesai, sarana sekolah juga belum lengkap. Sekarang kalau mau bantu silahkan berikan pencerahan jangan anak-anak dikomporin," katanya.
Dia membantah telah memecat Andika karena tulisan Dika di medsos. Dia memastikan bahwa kontrak kerja Dika sudah habis. "Dia kami kontrak di semester ganjil ini mulai Juli 2016 hingga Desember 2016," katanya, Kamis (12/1).
Pergi.com bagi-bagi voucher tiket pesawat Rp 100,000Menurutnya, selama mengajar dia melihat Dika tidak ada kemajuan dalam menyelesaikan skripsinya. Sehingga dia berpikir lebih baik Dika menyelesaikan pendidikannya terlebih dulu. "Jadi untuk sementara dipindahkan ke bagian perpustakaan," ucapnya.(mdk/cob)