LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Mural 225 Meter Dilukis Ratusan Wisatawan di Tembok Kampung Batik Laweyan

Kegiatan tersebut merupakan rangkaian wisata bangunan heritage bekerjasama dengan Ndalem Gondosuli, Laweyan, Solo. Para wisatawan juga dikenalkan wisata heritage di kampung bersejarah tersebut.

2020-03-08 01:04:00
Kesenian
Advertisement

Sedikitnya 400 wisatawan dari berbagai daerah melukis mural bertema batik di Kampung Batik Laweyan, Solo, Sabtu (7/3). Tembok pagar dan rumah kuno sepanjang 225 meter menjadi media para wisatawan untuk menuangkan ide seninya.

Kegiatan tersebut merupakan rangkaian wisata bangunan heritage bekerjasama dengan Ndalem Gondosuli, Laweyan, Solo. Para wisatawan juga dikenalkan wisata heritage di kampung bersejarah tersebut.

"Kegiatan ini bagian dari mengenalkan wisata bangunan heritage di Kampung Batik Laweyan kepada wisatawan. Panjang lukisan mencapai 225 meter," ujar CEO Ndalem Gondosuli Gampang Sarwono.

Advertisement

Sebagai lokasi wisata bangunan heritage, dikatakannya, Kampung Batik Laweyan masih menjadi lokasi favorit para wisatawan. Sebagai kampung batik, pihaknya juga bermaksud mengenalkan batik beserta filosofinya kepada wisatawan lokal.

Selain melukis mural, kegiatan juga menampilkan performing art. Para wisatawan dikenalkan proses pembuatan batik dari awal sampai akhir, hingga menjadi produk jadi yang siap dijual.

"Dengan banyaknya kunjungan para wisatawan kesini, industri batik di Kampung Batik Laweyan menjadi hidup. Wisatawan pasti pulangnya membawa oleh-oleh batik," katanya.

Advertisement

Presiden Direktur PT Elnusa Petrofin (EPN), Haris Syahrudin mengatakan 400 peserta lukis mural tersebut merupakan wisatawan dari perusahaan PT Elnusa Petrofin.

"Saat ini batik menjadi tren kembali di masyarakat. Anak muda dan orang tua sekarang senang memakai baju batik" ujarnya.

Menurut dia, banyak motif batik yang filosofinya belum banyak diketahui generasi sekarang. Melalui kegiatan tersebut, ia berharap para wisatawan bisa ikut menjaga batik sebagai warisan budaya asli Indonesia yang diakui dunia.

Baca juga:
Warna-warni Mural Percantik Kampung di Pengadegan
Mural Percantik Jalan Layang Pesing
Mural Tolak RKUHP Hiasi Kawasan Rawamangun
Warna-warni Project #1/Mural Cikini di Taman Ismail Marzuki
Puluhan Seniman Bersaing Lukis Tiang Tol di Cempaka Putih

(mdk/eko)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.