Muncul Klaster Covid-19 di Rusun, Pemkot Solo Imbau Penghuni Patuh Protokol Kesehatan
Total warga yang terkonfirmasi corona di Solo, hingga Senin (12/10) sebanyak 814 orang. Dari jumlah tersebut, 610 di antaranya dinyatakan sembuh, 59 dirawat, 115 orang menjalani isolasi mandiri dan 30 orang lainnya meninggal dunia.
Jumlah kasus positif Covid-19 di Kota Solo terus mengalami kenaikan. Berdasarkan data gugus tugas penanganan Covid-19, total warga yang terkonfirmasi corona hingga Senin (12/10) sebanyak 814 orang.
Dari jumlah tersebut, 610 di antaranya dinyatakan sembuh, 59 dirawat, 115 orang menjalani isolasi mandiri dan 30 orang lainnya meninggal dunia.
Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo, mengatakan dari penambahan kasus terkonfirmasi Covid-19 di Kota Solo, beberapa di antaranya berasal dari klaster rumah susun (rusun). Untuk mengantisipasi penyebaran melalui Rusun, pihaknya akan mengintensifkan sosialisasi terkait protokol kesehatan.
"Untuk mengantisipasi pencegahan, sosialisasi-sosialisasi protokol kesehatan itu harus dilakukan yang intensif. Sehingga tidak terjadi klaster di situ. Kalau ada klaster di situ ya kita lockdown, dan itu membebani negara lagi," ujar Rudy, saat ditemui wartawan, di rumah dinas wali kota Loji Gandrung, Senin (12/10).
Pemerintah, lanjut dia, harus mengeluarkan subsidi untuk keperluan logistik. Selain itu masyarakat dirugikan karena tidak bisa bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup.
"Ini perhatian kepada seluruh penghuni rusun, jaga protokol kesehatan, itu perhatikan betul," jelas dia.
Rudi mengatakan, kondisi rusun yang ada di Kota Solo saat sirkulasi udaranya ini lebih baik. Namun demikian protocol kesehatan tetap harus diterapkan oleh para penghuninya. Setiap penghuni yang keluar dari kamar harus mengenakan masker. Di samping itu juga ditambah dengan penyediaan sarana cuci tangan.
"Setiap hari kita tidak ke sana, petugas dari UPT. Keluar dari ruangan rumahnya sendiri para penghuni harus pakai masker. Kalau tidak ya harus bersihin kali," katanya.
(mdk/lia)