LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Muncul Dua Klaster Penularan Covid-19 di Sleman Karena Takziah

Kegiatan takziah di Kabupaten Sleman DIY menyebabkan munculnya klaster baru penularan Covid-19. Kasus klaster penularan ini muncul di Padukuhan Blekik, Desa Sardonoharjo, Kecamatan Ngaglik dan di Desa Pandowoharjo, Kecamatan Sleman.

2021-03-29 20:18:00
Covid-19
Advertisement

Kegiatan takziah di Kabupaten Sleman DIY menyebabkan munculnya klaster baru penularan Covid-19. Kasus klaster penularan ini muncul di Padukuhan Blekik, Desa Sardonoharjo, Kecamatan Ngaglik dan di Desa Pandowoharjo, Kecamatan Sleman.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Sleman, Novita Krisnaini mengatakan bahwa munculnya dua klaster baru ini berawal dari takziah di dua tempat yang berbeda di Kabupaten Sleman.

"Di Sardonoharjo (klaster berawal) dari layatan atau takziah. Di Pendowoharjo sama. Layatan juga," kata Novi saat dihubungi, Senin (29/3).

Advertisement

Novi menjabarkan jika klaster takziah di Sardonoharjo saat ada warga yang meninggal dunia pada Senin (15/3) lalu. Pihak keluarga pun menggelar pemakaman dan tahlilan selama tiga hari berturut-turut.

Novi menerangkan setelahnya tuan rumah pada Kamis (18/3) mengalami gejala pusing. Selain itu juga merasakan hilangnya indera perasa.

"Kemudian dicek dengan tes antigen dan dinyatakan reaktif hasilnya. Kemudian seluruh keluarga itu melakukan tes antigen dan semuanya terkonfirmasi positif Covid-19," ucap Novi.

Advertisement

Novi menuturkan usai ada temuan ini, pihak Puskesmas Ngaglik pun melakukan tracing lewat tes antigen dan antibodi. Total ada 207 warga yang hadir hasilnya 16 di antaranya lolos tracing. 22 orang positif antigen dan 1 orang positif dari hasil tes antibodi.

Sedangkan untuk klaster takziah di Desa Pandowoharjo, Dinkes belum merinci kronologi penularannya. Hal ini karena laporan dari tim lapangan belum selesai.

"Yang Pandowoharjo belum selesai laporannya," tutur Novi.

Terkait kemunculan klaster baru karena takziah ini, Novi mewanti-wanti agar masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan. Utamanya memakai masker dan menghindari kegiatan-kegiatan yang berpotensi menimbulkan kerumunan.

"Meskipun yang dilayat bukan meninggal sebab COVID-19 tapi kan tidak diketahui tamu dan keluarganya. Kegiatan setelah melayat, tahlilan harus disederhanakan, tanpa mengundang orang banyak," tegas Novi.

Baca juga:
Tugu Simbol Perlawanan Covid-19
SMRC: 73,3% Masyarakat Mau Divaksinasi Kalau Lihat Prabowo juga Disuntik
29 Maret, Jawa Tengah Sumbang Kasus Kematian dan Kesembuhan Tertinggi
29 Maret: Kasus Covid-19 Bertambah 5.008, Sembuh 5.418
WHO: Covid Kemungkinan Ditularkan Dari Kelelawar ke Manusia Melalui Hewan Lain
4 Guru Positif Covid-19, Satgas Hentikan Belajar Tatap Muka di SMA Negeri 1 Bangka

(mdk/bal)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.