LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Muncul berbagai spekulasi penyebab ribuan ikan mati di Pantai Ancol

Berbagai jenis ikan mati dan terdampar di bibir Pantai Ancol.

2015-12-02 08:47:00
Misteri Ikan Mati di Ancol
Advertisement

Berbagai jenis ikan mati dan terdampar di bibir Pantai Ancol. Peristiwa itu sudah terjadi sejak Minggu malam lalu.

Bangkai ikan yang diperkirakan mencapai ratusan kilo terus diangkut dan dibersihkan dari bibir pantai untuk kemudian dibakar di salah satu tempat. Tujuan agar warga tak coba-coba memakan bangkai ikan yang kematiannya masih misterius.

Dinas Kelautan dan Pertanian DKI, Kementerian Kelautan dan Perikanan serta peneliti dari Institut Pertanian Bogor sudah meninjau ke lokasi. Bangkai ikan dan air pantai juga diambil sebagai sampel untuk diteliti.

Penelitian sendiri diperkirakan memakan waktu tiga hari sampai sepekan. Meski demikian sejumlah spekulasi muncul sebagai penyebab ribuan ikan-ikan itu mati. Apa saja?

Karena sedimen bawah laut naik.setelah ada perubahan suhu

Kepala Dinas Kelautan dan Pertanian DKI Jakarta, Darjamuni Taseda, kepada merdeka.com, mengatakan, dugaan sementara, ada tiga hal yang menyebabkan ikan-ikan itu. Dugaan pertama kali naiknya sedimen bawah laut akibat perbedaan suhu yang tinggi.

"Jadi sedimen yang berupa endapan sulfur dan fosfor naik dan meracuni ikan-ikan itu," tambahnya.

Dugaan lagi karena Blooming Algae di mana terjadi perubahan oksigen antara Alga dan ikan sehingga ikan kalah. Serta dugaan lain bisa karena pencemaran air.

"Tapi dugaan kuat kita ini karena sedimen permukaan bawah laut yang naik. Karenakan hari Minggu kemarin hujan besar, nah menyebabkan perbedaan suhu cukup tinggi di permukaan dan di sadar laut. Makanya sebenarnya ikan itu sudah mulai mati pada Minggu malam, dan ini kaya kejadian di 2013 lalu. Tapi kita tunggu hasil lab untuk pastinya penyebab ikan-ikan itu mati," tambahnya.

Dia mengaku sempat kaget dengan kabar kematian jutaan ikan di Ancol, sebab di daerah pesisir lainnya tak mengalami hal serupa. Itu sebabnya, sambil menunggu hasil lab dia meminta warga sekitar tak ada yang coba-coba mengambil ikan mati tersebut untuk dikonsumsi.

"Nah ini jadi tanda tanya, kenapa kok di Ancol saja, kemudian ikan yang mati bukan hanya ikan di permukaan saja tapi ikan-ikan yang dasar di dasar juga. Temuan ini perkuat dugaan saya ini karena sedimen bawah laut yang naik karena perbedaan suhu itu tadi. Oleh sebab itu saya imbau masyarakat jangan coba-coba konsumsi ikan yang mati kita belum tahu sebabnya apa, kita pantau," jelasnya.

Saat ditanya berapa lama dampak yang timbul akibat naiknya sedimen bawah laut, dia menegaskan hal itu hanya terjadi di awal peralihan musim kemarau ke penghujan. Setelah itu akan berjalan normal.

"Nah kalau bukan karena itu (sedimen naik), berarti ada sebab lain dan sekarang kita terus pantau serta selidiki," pungkasnya.

Advertisement

Karena Blooming Algae

Badan Pengelola Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD) bersama dengan Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melakukan penyelidikan penyebab ikan mati di sepanjang pantai Ancol. Diduga ikan mati karena kekurangan oksigen.

"Dugaan sementara penyebab matinya ikan kalau dari tim ya analisanya itu kekurangan oksigen (blooming algae)," kata Kepala BPLH DKI, Jaenudin, di Ancol, Selasa (1/12).

Dijelaskan dia, indikasi kekurangan oksigen setelah dilakukan tiga kali pengambilan sampel air. Di Pantai Muara Ancol, Pulau Selima Cilincing yang bermuara di Kali Cakung Grand dan terakhir di Pantai C2 Muara Angke yang berbatasan dengan Kali Adem yang lokasinya pas dengan Muara dan Kali tersebut.

"Jadi dalam sample di Pantai Muara Ancol itu terlihat adanya blooming, yakni peledakan tumbuhan fitoplankton, tumbuhan mikro renik yang tidak bisa dilihat mata harus menggunakan periskop. Nah tumbuhan dan ikan itu saling bersaing untuk mendapatkan oksigen, sehingga air tidak ada oksigen, dan ikan mati karena kekurangan oksigen," ungkapnya.

Advertisement

Karena tercemar limbah rumah tangga

Spekulasi lain, ikan-ikan itu mati karena pencemaran limbah. Kuat dugaan, limbah itu dari rumah tangga.

"Karena biasanya dari sekian persen, limbah rumah tangga yang paling dominan. Lebih dari 70 persen. Itu lah yang menjadi rekomendasi seperti apa penanganan limbah rumah tangga. Karena dari industri hanya sekitar 17 persen, kecil sekali. Berarti kan kita penindakannya sudah sangat cukup terhadap industri khususnya yang berada di sekitar Pantai Ancol," kata Kepala BPLH DKI, Jaenudin.

Ditambah kan Tati, dari Kementerian Kelautan dan Perikanan, dugaan sementara, ikan-ikan itu mati karena berkembangnya Fitoplankton yang tumbuh dari nutrient yakni limbah rumah tangga.

"Ini diduga karena Fitoplankton dan ikan saling berebut oksigen. Fitoplankton ini awal kondisinya mati suri di bawah laut sampai akhirnya dia menerima asupan nutrient yakni limbah rumah tangga seperti detergen. Yang akhirnya berkembang dan mengambil semua oksigen. Hingga akhirnya ikan mati," kata Tati di Ancol, Senin (1/12).

Tati menjelaskan, saat nutrient tinggi, bersamaan pula sinar matahari bertambah panas, yang mengakibatkan berkembang biak Fitoplankton semakin pesat dan menjadi blooming atau peledakan.

"Suhu Rabu lalu 34 derajat sampai Kamis suhu naik jadi 35 derajat, sehingga ada intensitas cahaya yang membuat mereka (fitoplankton) bisa berfotosintesa. Dan ini sepertinya kejadian peledakan hari Kamis lalu, hanya saja baru kemarin ini ikan terlihat mati," ungkapnya.

(mdk/tyo)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.