LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Minggu ini, bantuan makan pengungsi Syiah Sampang diganti uang

Berhembus kabar, per 12 April kemarin, para pengungsi sudah tidak lagi mendapatkan jatah makan.

2014-04-15 18:41:29
Syiah Sampang
Advertisement

Gubernur Jawa Timur, Soekarwo mengaku masih memperhatikan nasib pengungsi Syiah di Rusun Jemundo, Sepanjang, Sidoarjo, yang hingga saat ini belum dipulangkan ke Sampang, Madura. Bahkan, pihak Pemprov Jawa Timur masih memberi jatah hidup Rp720 ribu per bulan kepada sekitar 200 pengungsi Syiah.

Gubernur yang akrab disapa Pakde Karwo ini juga menyangkal jika selama ini Pemprov Jawa Timur telah menelantarkan pengungsi Syiah. Bahkan, dianggap gagal memberikan tempat tinggal layak bagi pengungsi. Selain itu, berhembus kabar, per 12 April kemarin, para pengungsi sudah tidak lagi mendapatkan jatah makan.

“Itu tidak benar. Kita tidak pernah menelantarkan mereka, apalagi tidak memberi jatah makan. Pemprov tetap bertanggung jawab penuh kepada mereka (pengungsi Syiah)," elak Soekarwo saat ditemui di Gedung Grahadi Surabaya, Selasa (15/4).

Advertisement

Sebab, menurut Soekarwo, hingga saat ini, kelangsungan hidup para pengungsi itu masih tetap menjadi tanggung jawab pihak Pemprov Jawa Timur, meski hanya berupa makan dan kebutuhan hidup lainnya.

Namun, masih kata Soekarwo, dana bantuan yang selama ini berupa makan dalam bentuk prasmanan dan kebutuhan hidup sehari-hari itu, sekarang disalurkan dalam bentuk uang tunai ke masing-masing kepala keluarga, karena atas permintaan sendiri dari para pengungsi. Alasannya, agar mereka bisa memasak makanan sesuai selera mereka masing-masing.

“Jadi, pergantian dari makanan ke uang tunai itu, karena permintaan mereka sendiri. Jatah untuk masing-masing keluarga senilai Rp 720 ribu per bulannya," katanya tanpa menyebut jumlah KK di pengungsian warga Syiah di Rusun Jemundo. Namun, untuk jumlah keseluruhan pengungsi, ada sekitar 200 orang, baik anak-anak maupun orang dewasa.

Advertisement

Dari dana bantuan senilai Rp 750 ribu per KK itu, jika dijumlah total dana yang dikeluarkan Pemprov Jawa Timur untuk masing-masing KK itu, Soekarwo merinci, total sekitar Rp 166 juta perbulan. “Hari minggu kemarin, dana itu memang belum cair. Sebab, permintaan mengganti uang tunai itu baru diutarakan para pengungsi pada Jumat kemarin, sehingga tidak bisa dicairkan kecuali hari kerja," ungkap Soekarwo.

Dan jatah uang tunai untuk para pengungsi itu, masih menurut Soekarwo, akan terus diberikan Pemprov Jawa Timur sampai para pengungsi Syiah di Rusun Jemundo ini benar-benar sudah bisa mengurus kebutuhannya masing-masing secara mandiri. “Atau ketika mereka sudah bisa kembali ke desa mereka masing masing," tandas Soekarwo.

Seperti diketahui, pada Agustus 2012 silam, bentrok Sunni-Syiah di Sampang pecah. Ratusan rumah warga Syiah di Sampang dibakar. Warga Syiah yang semula ditempatkan di GOR Sampang, yang kemudian dievakuasi ke Rusun Jemundo, Taman, Sepanjang, Sidoarjo dengan alasan demi keselamatan para pengungsi.

(mdk/hhw)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.