MUI Jatim ceritakan indahnya hidup berdampingan & rukun antar agama
96,7 persen penduduk Jawa Timur beragama muslim. Sampai saat ini tidak pernah ada persoalan karena perbedaan keyakinan. Kehidupan antar umat beragama di Jawa Timur terjaga dengan baik.
Kasus dugaan penistaan agama yang menyeret nama Gubernur nonaktif DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, dikhawatirkan melebar menjadi konflik horizontal yang memicu perpecahan masyarakat. Pemerintah, kepolisian bahkan sampai TNI turun tangan untuk mencegah agar tak melebar menjadi konflik Suku, Agama, Ras, dan Antar Golongan (SARA).
Presiden Joko Widodo pernah menyinggung dan mengajak kaum mayoritas untuk melindungi kaum minoritas. Sekretaris Umum MUI Provinsi Jawa Timur Ainul Yaqin menceritakan indahnya hidup berdampingan meski berbeda keyakinan dan kepercayaan.
Dia menuturkan, 96,7 persen penduduk Jawa Timur beragama muslim. Sisanya masyarakat yang beragama Kristen, Katolik, Hindu, Buddha dan Konghuchu. Namun sampai saat ini tidak pernah ada persoalan karena perbedaan keyakinan. Kehidupan antar umat beragama di Jawa Timur terjaga dengan baik.
"Karena umat Islam ini punya karakter relatif toleran, jadi tidak benar kalau ada tuduhan yang mengatakan Muslim melakukan tindakan intoleran," kata Ainul saat Rapat Kerja Nasional II MUI di hotel Mercure, Ancol, Jakarta Utara, Kamis (24/11).
Ainul meyakini konflik antar umat beragama sesungguhnya bisa dihindarkan asal semua pihak bisa saling menghormati satu dengan yang lain.
"Jadi, konflik antar agama bisa dikatakan tidak ada, sehingga relatif tidak ada gejolak, sampai saat ini tidak ada persoalan yang berarti. Masalah-masalah yang ada dapat diselesaikan dengan baik," ucapnya.
Baca juga:
Jokowi minta setiap perbedaan yang terjadi diselesaikan secara bijak
Energi rakyat Indonesia menjaga Bhineka Tunggal Ika sangat besar
Masjid Jamik Malang dan tradisi toleransi turun-menurun
Masyarakat diminta jaga keragaman Indonesia sebagai jati diri