MUI surati Bupati Banyumas minta Gang Sadar ditutup karena jadi aib
Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Banyumas mewacanakan lokalisasi Gang Sadar Baturraden agar tak beroperasional lagi. Gang Sadar dianggap penyakit moral bagi masyarakat sekaligus aib bagi citra Banyumas.
Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Banyumas mewacanakan lokalisasi Gang Sadar Baturraden agar tak beroperasional lagi. Gang Sadar dianggap penyakit moral bagi masyarakat sekaligus aib bagi citra Banyumas.
Apalagi, Gang Sadar berada di tengah kawasan wisata Baturraden yang tak lain ikon Kabupaten Banyumas bagi para pelancong dari luar daerah hingga mancanegara. Ketua MUI Banyumas, KH Khariri Shofa mengatakan, pihaknya telah berkirim surat ke Pemerintah Kabupaten Banyumas untuk mengkaji ulang keberadaan lokalisasi di komplek wisata andalan Banyumas itu.
Rekomendasi tersebut bukan hanya inisiatif MUI, melainkan hasil rembukan bersama instansi terkait dan elemen masyarakat lain pada Desember 2017 lalu.
"Kami kumpulkan elemen masyarakat di forum itu. Kami diskusi dan terjadi perdebatan. Namun akhir kesimpulan, Gang Sadar lebih baik dihilangkan karena menyangkut perzinaan," katanya.
Menurut Khariri penutupan lokalisasi berada di tangan Pemkab Banyumas. Karena itu, MUI hanya dapat merekomendasikan usulan itu ke Pemkab agar ditindaklanjuti.
"Kami masih sebatas menyampaikan surat rekomendasi ke bupati," katanya
Keberadaan Gang Sadar disebutnya menodai citra daerah, khususnya wisata Baturraden sebagai satu di antara wisata andalan Jawa Tengah.
"Orang kalau ke Banyumas ingatnya Baturraden, kalau ke Baturraden ingatnya Gang Sadar. Terus kesan orang terhadap tempat itu adalah prostitusi. Ini jadi aib tentunya bagi Banyumas," katanya.
Baca juga:
Terlibat penipuan prostitusi online, mahasiswi farmasi ditangkap
Pekerjakan sejumlah gadis, pemilik judi dindong di Bali pura-pura bisnis spa
Pura-pura jadi muncikari, mahasiswi di Makassar tipu puluhan korban
Mengintip para wanita penjaja seks kelas atas di India
Menteri Yohana: Bocah korban video porno akan dikembalikan ke keluarga