LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Mucikari muda ditangkap saat jajakan wanita di hotel

Petugas mengamankan dua lembar bill hotel, satu kondom bekas pakai, satu pak kondom dan tiga buah Handphone (HP).

2012-08-10 21:23:36
Prostitusi
Advertisement

Luluk Arista (23), warga Rusun Penjaringan, Surabaya, Jawa Timur, dipastikan bakal berlebaran di tahanan Polrestabes Surabaya. Sebab, ibu satu anak ini ditangkap petugas saat menawarkan cewek panggilan di Hotel Malibu, Jalan Ngagel, Surabaya, Jumat (10/8).

Dari tangan perempuan yang mengaku bekerja di penjualan tiket pesawat ini, petugas mengamankan dua lembar bill hotel, satu kondom bekas pakai, satu pak kondom dan tiga buah Handphone (HP) yang dijadikan sarana transaksi.

"Kami juga mengamankan uang tunai Rp 3 juta yang merupakan hasil transaksi tersangka melacurkan anak buahnya di sejumlah hotel," terang Kanit Jatanum, Polrestabes Surabaya, AKP M Yunus Saputra mendampingi Kasat Reskrim AKBP Farman.

Dari hasil pemeriksaan, tersangka mengaku memiliki enam perempuan panggilan yang siap menemani lelaki hidung belang. "Tersangka ini memang dikenal sebagai germo cewek panggilan ke hotel (call to hotel)," lanjut Yunus.

Sementara itu, Luluk mengaku, selama ini menyediakan PSK berusia belia dengan tarif Rp 500 ribu hingga Rp 1,5 juta. Dari tarif tersebut, tersangka mengambil keuntungan setengahnya. "Selama ini hanya menerima telepon karena memang sudah ada beberapa orang yang biasa menghubungi saya bila butuh teman," kata tersangka kepada petugas pimpinan Kasubnit Iptu Iwan Hari P.

Sedangkan pasokan anak buah, tersangka mengaku tidak pernah kesulitan, karena rata-rata anak buahnya yang menghubungi dirinya untuk dicarikan pelanggan. "Malah pembagian 50-50 tersebut juga dari mereka, bukan atas permintaan saya," tandas Rista.

Selain itu, tersangka juga mengaku bisnis 'kotor' nya itu baru digelutinya sekitar dua bulan terakhir.

Meski demikian, petugas tidak begitu saja percaya, pengakuan tersangka tersebut. Sebab, dari hasil penyelidikan petugas, diketahui jaringan pemasaran dan jumlah anak buahnya serta dari pendapatan yang diperoleh tersangka dari bisnis esek-esek ini, cukup besar.

"Namanya sudah cukup terkenal di kalangan lelaki hidung belang, jadi nggak mungkin dia baru dua bulan terjun," pungkas AKP Yunus.(mdk/ian)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.