Motif Penculik Anak di Pesanggrahan, Ngaku Mau Punya Saudara Perempuan
Irwan menjelaskan, pelaku P mengajak korban pergi yang kemudian dituruti. "Setelah itu P membawa korban dengan angkutan umum ke stasiun Kebayoran Lama lalu menggunakan kereta menuju stasiun Tigaraksa," jelas Irwan.
Polisi telah mengamankan P (17) dan N (48) pelaku penculikan Putri Rahmadani (3) di Banten. Korban diculik pelaku P saat bermain di depan rumahnya daerah Ulujami, Pesanggrahan, Jakarta Selatan, Senin (27/7) lalu.
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Irwan Susanto mengatakan kepada penyidik pelaku berkilah ingin mempunyai saudara perempuan.
"Tersangka melakukan aksinya dengan tujuan ingin menguasai korban, karena P ingin punya saudara perempuan untuk menggantikan saudaranya (kakaknya) yg sudah meninggal sedangkan tersangka N sudah tidak bisa hamil lagi," kata Irwan dalam keterangannya, Rabu (29/7).
Irwan menjelaskan, pelaku P mengajak korban pergi yang kemudian dituruti. "Setelah itu P membawa korban dengan angkutan umum ke stasiun Kebayoran Lama lalu menggunakan kereta menuju stasiun Tigaraksa," jelas Irwan.
Setelah sampai di Tigaraksa, lanjutnya, pelaku P dijemput ayahnya, RH menggunakan sepeda motor. "Dan mengatakan bahwa anak tersebut dipungut di pasar kebayoran lama. Selanjutnya RH bersama keluarganya merawat korban di rumahnya di Cikupa, Tangerang, Banten," ungkapnya.
Kini, kedua pelaku yang merupakan ibu dan anak telah ditetapkan sebagai tersangka dan dijerat Pasal 328/332 KUHP/ 76F Jo 83 UU 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas UU 23 tahun 2002 tentang Perlindungan anak dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara.
©Instagram/info_ciledug
Sebelumnya, Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Budi Sartono mengatakan, selain Putri, tim juga mengamankan diduga pelaku penculikan. Berdasarkan pemeriksaan sementara, pelaku kenal dengan korban.
"Untuk pemeriksaan nanti kita lihat dulu hasilnya seperti apa? Apa motifnya? Dan kenapa dia mengambil anak tersebut? Tapi yang pasti hasil sementara yang bersangkutan memang kenal karena pernah tinggal di sekitar rumahnya," katanya di Polres Metro Jakarta Selatan, Selasa (28/7).
"Yang pasti pelaku pernah tinggal di daerah tempat tinggal korban sehingga dia mengenal. Tapi apakah mengenalnya seperti apa biarkan penyidik proses," sambungnya.
Dia mengungkapkan, pelaku berinisial P yang kelahiran tahun 2002. Saat ditemukan dan ditangkap, tim menemukan P bersama orangtuanya. Namun, Budi mengaku apakah orangtua P ikut serta dalam kejahatan ini.
"Itu pelaku yang dilihat dari CCTV adalah 1 orang yang inisialnya adalah P yang diamankan tadi. Hanya tadi kita amankan 2 orang itu adalah ibunya dari pelaku. Nanti kita dalami lagi apakah itu ibunya mengetahui atau tidak, nanti kita lihat hasil pemeriksaan. Karena baru sekali bener-bener baru sampai, biarkan penyidik Polres Metro Jakarta Selatan memeriksa dulu," ujarnya.
Budi mengatakan, pihaknya hingga kini belum mengetahui apa motif pelaku dan apakah korban mengalami penyiksaan atau tidak.
"Nanti, nanti kita belum mendetail seperti itu ya," pungkasnya.