LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Momen Ridwan Kamil Cari Anak Hilang di Gedung Sate saat Malam Tahun Baru

Momen itu terjadi ketika Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyapa warga di Gedung Sate menjelang tahun baru. Seorang ibu-ibu meminta tolong karena anaknya hilang.

2023-01-01 05:02:00
Libur Natal dan Tahun Baru
Advertisement

Kejadian unik terjadi saat Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyapa warga di Gedung Sate menjelang tahun baru. Seorang ibu-ibu meminta tolong karena anaknya hilang.

Pria yang akrab disapa Emil ini awalnya mendatangi warga sesuai menggelar video conference (vicon) bersama Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo mengenai pengamanan tahun baru sekira pukul 22.45 WIB.

Banyak warga yang menghampiri untuk berswafoto. Beberapa kali Ridwan Kamil terlihat berbincang dengan mereka. Tiba-tiba, di tengah keriuhan tersebut, dia didatangi seorang perempuan sambil menangis.

Advertisement

"Pak Gubernur tolong anak saya hilang, tolong saya," ucap perempuan tersebut.

"Tadi memangnya anak ibu di mana? Ayo kita cari," timpal Ridwan Kamil.

Ridwan Kamil pun langsung meminta semua warga yang ada turut membantu mencari. Tak lama kemudian, anak hilang itu berhasil ditemukan.

Advertisement

"Alhamdulillah ketemu. Ibu jagain anaknya yah. Lebih hati-hati ya," kata Ridwan Kamil.

Situasi ini sebelumnya sudah diingatkan oleh Kapolrestabes Bandung, Kombes Aswin Sipayung. Dia mengimbau orang tua yang membawa anaknya agar lebih waspada dan meningkatkan pengawasan.

"Jadi ini akan banyak warga Bandung dan di luar Bandung yang meramaikan (malam tahun baru), yang membawa keluarga, anak di bawah umur, mungkin juga keluarga yang lain, agar saling bergandengan, tidak lepas dari sesama keluarganya, agar tidak hilang dari kelompok keluarganya," ucap dia.

Rekayasa Cuaca Berhasil

Ridwan memastikan cuaca ekstrem yang diprediksi terjadi pada malam tahun baru tidak terjadi karena teknologi modifikasi cuaca (TMC). Selain itu, informasi mengenai adanya tsunami dipastikan hoaks.

Teknologi tersebut menggunakan metoda tabur garam dengan tujuan penyemaian awan hujan (pengguguran awan hujan) sebelum menggumpal terlalu besar. Kondisi tersebut membuat hampir di semua wilayah Jawa Barat hanya mendung dan diiringi hujan dengan intensitas rendah.

"Dan pantauan-pantauan di Jabar dilakukan rekayasa cuaca makanya malam ini di ibu kota di mana-mana relatif cenerung teduh, yang tadinya ada kemungkinan hujan lebat sekali di pantai urata kan tidak terjadi," kata Ridwan Kamil.

"Ada tujuh kali penerbangan yang merekayasa cuaca itu dilakukan oleh BNPB BRIN. Saya melihat warga semua 100 persen happy mudah mudahan tidak ada sampah. Saya ucapkan tahun baru," imbuh dia.

Selain itu, dia menyoroti informasi yang beredar selama dua hari terakhir yang menyatakan adanya tsunami di Kawasan Pantai Pangandaran. Namun, hal tersebut sudah dipastikan informasi palsu alias hoaks.

Dengan demikian, dia meminta warga serta wisatawan yang hendak berlibur ke Pangandaran agar tenang.

"Kedua yang mengemuka dalam dua terakhir adalah hoaks terkait, katanya ada tsunami di pantai selatan itu sudah diklarifikasi BMKG, yang ada itu adalah gelombang lagi tinggi tapi tidak ada potensi tsunami. Sehingga masyarakat wistawan yang mau ke Pangandaran silakan menikmati tahun baru dan itu sudah normal," tandasnya.

Ridwan Kamil Ajak Warga Optimisme Jalani Tahun 2023 di Tengah Prediksi Resesi

Ridwan Kamil mengajak semua warga untuk optimistis menghadapi beragam tantangan di tahun 2023. Ia meyakini kesiapan menghadapi prediksi disrupsi sudah terlatih saat pandemi Covid-19.

Meski begitu, pria yang akrab disapa Emil ini mengingatkan bahwa optimisme haru diiringi dengan kewaspadaan.

"Tetap waspada disrupsi ini datang berganti ada pandemi, covid dan lain-lain, dengan kewaspadaan, kita udah terlatih melalui pandemi covid-19. Ikuti arahan pemerintah insya allah selamat dan insya allah tidak ada resesi 2023. Kita fokus membangun jabar lebih baik,” ucap dia.

Di singgung mengenai resolusi, Ridwan Kamil tidak menyebutkan secara spesifik. Rencana yang sempat tidak terealisasi pada tahun 2022 diharapkan bisa terwujud pada tahun 2023.

"Tahun depan, melakukan yang resolusi tahun lalu yang tidak terjadi. Pokoknya mudah-mudhan sedikit berita buruk, lebih banyak berita baik. Jadi selamat tahun baru buat warga Jabar. Harus ada semangat baru, yang buruk di 2022 jangan diulangi kita sambut 2023 dengan optimis karena kalau optimis biasanya lebih romantis,” terang dia.

Pantauan Tahun Baru Kondusif

Ridwan Kamil bersama Kapolda Jabar, Irjen Suntana beserta jajaran pimpinan Kodam III Siliwangi memantau sejumlah pos pengamanan (pospam) di Kota Bandung. Selain itu, mereka membahas hasil laporan dari berbagai daerah.

Hasilnya, dia menyatakan bahwa situasi semua daerah di Jawa Barat kondusif. Kepadatan kendaraan terkendali hingga belum ada laporan gangguan kamtibmas.

"Secara umum laporan malam ini terjadi kepadatan tapi terkendali. Ada 326 pospam didirikan, kemudian 27 ribu personel disipakan. Saya melihat warga semua 100 persen happy. Mudah-mudahan tidak ada sampah,” terang dia.

“Walaupun PPKM sudah dicabut, tolong jaga ketertiban yang merasa sakit pakai masker, yang berkerumun waspada. Semua polisi sedang siaga satu waspada, terukur, silakan bergembira dan berbahagia asal tertib saja,” Ridwan Kamil melanjutkan.

Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Ibrahim Tompo pun menyatakan bahwa secara umum kepadata lalu lintas di luar prediksi.

“Jalan cenderung lancar, titik kepadatan memang ada, tapi terkendali. Itu ada di Kawasan puncak Bogor, lalu di daerah wisata seperti Lembang, tapi semua kondusif,” kata dia.

Ridwan memastikan cuaca ekstrem yang diprediksi terjadi pada malam tahun baru tidak terjadi karena teknologi modifikasi cuaca (TMC). Selain itu, informasi mengenai adanya tsunami dipastikan hoaks.

Teknologi tersebut menggunakan metoda tabur garam dengan tujuan penyemaian awan hujan (pengguguran awan hujan) sebelum menggumpal terlalu besar. Kondisi tersebut membuat hampir di semua wilayah Jawa Barat hanya mendung dan diiringi hujan dengan intensitas rendah.

"Dan pantauan-pantauan di Jabar dilakukan rekayasa cuaca makanya malam ini di ibu kota di mana-mana relatif cenerung teduh, yang tadinya ada kemungkinan hujan lebat sekali di pantai urata kan tidak terjadi," kata Ridwan Kamil.

"Ada tujuh kali penerbangan yang merekayasa cuaca itu dilakukan oleh BNPB BRIN. Saya melihat warga semua 100 persen happy mudah mudahan tidak ada sampah. Saya ucapkan tahun baru," imbuh dia.

Selain itu, dia menyoroti informasi yang beredar selama dua hari terakhir yang menyatakan adanya tsunami di Kawasan Pantai Pangandaran. Namun, hal tersebut sudah dipastikan informasi palsu alias hoaks.

Dengan demikian, dia meminta warga serta wisatawan yang hendak berlibur ke Pangandaran agar tenang.

"Kedua yang mengemuka dalam dua terakhir adalah hoaks terkait, katanya ada tsunami di pantai selatan itu sudah diklarifikasi BMKG, yang ada itu adalah gelombang lagi tinggi tapi tidak ada potensi tsunami. Sehingga masyarakat wistawan yang mau ke Pangandaran silakan menikmati tahun baru dan itu sudah normal," tandasnya.

(mdk/gil)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.