Molor 5 jam, kejuaraan karate se-Asia akhirnya dibuka Panglima TNI
Molor 5 jam, kejuaraan karate se-Asia akhirnya dibuka Panglima TNI. Pembukaan tetap berjalan meski sebagian kadet, junior dan U2 dan peserta dari beberapa kontingen negara memilih kembali ke hotel karena telah menunggu terlalu lama.
Setelah molor selama lima jam dari waktu yang dijadwalkan, Asian Karate Federation (AKF) Championship akhirnya dibuka secara resmi oleh Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo. Pembukaan tetap berjalan meski sebagian kadet, junior dan U2 dan peserta dari beberapa kontingen negara memilih kembali ke hotel karena telah menunggu terlalu lama.
Dalam pembukaan ini, Gatot bertindak sebagai Ketua Umum PB FORKI. Dia tiba di Celebes Convention Center (CCC), Makassar, bersama Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo pukul 21.15 wita dan langsung naik ke atas podium. Sebelumnya, acara ini diagendakan berlangsung pada pukul 16.00 Wita.
Kejuaraan ini diikuti 29 negara, namun dua di antaranya tidak bertanding karena hanya ikut eksibisi. Sebagian peserta memilih pulang atas seizin pelatihnya masing-masing.
Gatot, dalam kata sambutannya, meminta maaf atas keterlambatannya tiba di Makassar. Pernyataan serupa juga disampaikan kepada wartawan, di mana keterlambatannya karena mengikuti pertemuan dengan Gubernur se-Indonesia. Pertemuannya baru berakhir pukul 16.00 Wita sehingga dia langsung bergegas ke Makassar sesaat setelah pertemuan usai.
Ditanya soal hasil pertemuan itu, Gatot mengarahkan ke Syahrul Yasin Limpo.
"Silakan tanya ke Gubernur. Gubernur yang rapat, saya hanya menemani," kata Panglima TNI ini seraya tersenyum, Kamis (24/11).
Mengenai kejuaraan itu sendiri, Gatot mengungkapkan jumlah peserta yang hadir, mulai dari atlet, wasit, pelatih berjumlah 1.200 orang. Hal ini menunjukkan Indonesia aman dan damai.
Negara yang ikut serta dalam kejuaraan ini, antara lain Palestina, Myanmar, Uzbekistan, Thailand, Filipina, Hong Kong, Suriah, Yordania, China, Irak, hingga Pakistan.
Baca juga:
Panglima dipanggil Presiden, kejuaraan karate se-Asia batal dibuka
Panglima TNI ajak pakai ikat kepala merah putih pada 30 November
Panglima TNI tegaskan jangan ada demo ingin jatuhkan pemerintah
Berulang kali Panglima TNI sebut AS dan Australia ancaman bagi NKRI
Proxy war, perang yang ditakuti Jenderal Gatot terjadi di Indonesia