LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Moeldoko Soroti Suburnya Hoaks dan Kritik Media yang Mengejar Kecepatan Tanpa Akurasi

Moeldoko mendapat laporan, sejak Maret 2020, ada 1.400 hoaks yang tersebar di media sosial. Disinformasi menjadi ladang suburnya berita bohong.

2021-02-07 16:39:20
Moeldoko
Advertisement

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengungkapkan permasalahan yang saat ini ada di media arus utama maupun media sosial. Di antaranya, adalah gempuran berita bohong atau hoaks hingga berita disinformasi.

Moeldoko mendapat laporan, sejak Maret 2020, ada 1.400 hoaks yang tersebar di media sosial. Disinformasi menjadi ladang suburnya berita bohong.

"Disinformasi menjadi biang suburnya hoaks, bayangkan dari bulan Maret kita ada 1.400 hoaks soal pandemi dan vaksin yang tersebar di media sosial. Misalnya vaksin Pfizer bisa membesarkan alat kelamin ini kan jauh banget," ujar Moeldoko dalam webinar Hari Pers Nasional, Minggu (7/2).

Advertisement

Tak jarang, berita dari media arus utama justru dimanfaatkan untuk menebar kebohongan. Ini banyak ditemukan di media sosial hingga aplikasi perpesanan seperti WhatsApp grup. Padahal yang disebar adalah berita yang belum teruji kebenarannya.

Moeldoko juga menyoroti media online yang banyak mengutamakan kecepatan ketimbang akurasi informasi.

"Media online (mengutamakan) kecepatan bukan keakuratan yang paling cepat naik di situ dinilai sebagai keunggulannya sehingga meninggalkan konfirmasi dan pemahaman konteks ini yag sering terjadi saya harus ngomong apa adanya, kedua fenomena click bait, judul dan isi berita (tidak sama)," katanya.

Advertisement

Mantan Panglima TNI ini juga menyayangkan munculnya pemberitaan yang serba mengaitkan satu peristiwa dengan peristiwa lain yang tidak ada sangkut pautnya.

Dia mencontohkan kisruh Demokrat yang menyeret namanya, lalu dikaitkan dengan korupsi Asabri.

"Tidak nyambung sama sekali, dari awal saya sudah sampaikan tentang Asabri tidak ada sangkut pautnya (sama saya) tapi biar menarik, narik berita lama yang tidak jelas," tuturnya.

Baca juga:
KSP Moeldoko: Saya Tidak Takut Ditodong Senjata Tapi Pertanyaan Wartawan Lebih Pedih
Liputan6.com Raih Penghargaan Jurnalistik Anugerah Adinegoro 2020
Komunitas Pers Minta Kapolri Cabut Pasal 2d dalam Maklumatnya
Anies Usul Perayaan Hari Pers Nasional 2021 Digelar di Ancol
Di Hari Pers Nasional, Enam Bupati Terima Anugerah Kebudayaan 2020

(mdk/noe)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.