LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Moeldoko: Jangan dengan Jubah Demokrasi Seseorang Bisa Lakukan Apapun

Moeldoko menjelaskan, untuk mengelola sebuah negara demokrasi tidak mudah. Ada sebuah teori, katanya, bagaimana mengatur kestabilan.

2019-09-18 13:22:55
Moeldoko
Advertisement

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko meminta kepada publik agar tetap jaga stabilitas. Masyarakat, kata dia, harus membedakan antara demokrasi dan anarkis.

"Saya ingin katakan dengan tegas adalah beda antara demokrasi dengan anarkis itu sungguh sangat tipis," kata Moeldoko di hadapan para cendekiawan dalam acara forum titik temu 'kerjasama multikultural untuk persatuan dan keadilan' di Hotel Double Tree, Cikini, Menteng, Pusat, Rabu (18/9).

"Jangan dengan jubah demokrasi, seseorang bisa melakukan apapun. Dan yang pada akhirnya justru sumber anarkis," sambungnya.

Advertisement

Moeldoko menjelaskan, untuk mengelola sebuah negara demokrasi tidak mudah. Ada sebuah teori, katanya, bagaimana mengatur kestabilan.

"Pemerintah yang begitu ketat mengendalikan stability, maka pasti demokrasi akan terganggu. Tapi manakala demokrasi diberikan ruang sebebas-bebasnya dan liar, tidak terkendali, maka stabilitas itu akan terancam dan begitu stabilitas terancam, tidak ada orang happy, semua orang menderita," kata Moeldoko.

Moeldoko mencontohkan beberapa negara yang ingin bergerak ke arah demokrasi tetap gagal di tengah jalan karena tidak bisa mengendalikan dengan baik. Beberapa negara tersebut yaitu Mesir, Suriah dan Irak. Untuk itulah, kata dia, hubungan yang sangat baik ada kunci utama.

Advertisement

"The point of no return, apa yang terjadi di berbagai negara. kalau sudah the point of no return, maka tidak ada gunanya. Kita baru sadar setelah rata, tidak ada gunanya. Untuk itulah mengelola negara sungguh diperlukan," tegas mantan Panglima TNI itu.

Baca juga:
Mengerahkan Segala Upaya Demi Padamkan Karhutla
Istana Persilakan Publik Ajukan Uji Materi ke MK Jika Tak Setuju UU KPK Disahkan
Moeldoko Sebut Tak Bisa Copot Pangdam saat Masa Kritis Kebakaran Hutan
Revisi UU KPK Disahkan, Moeldoko Klaim Jokowi Komitmen Berantas Korupsi
KPK Tidak Dilibatkan Revisi UU KPK, Ini Jawaban Istana
Moeldoko Soal Dewan Pengawas KPK: Organisasi Demit Saja yang Enggak Ada Pengawas
Moeldoko: Audisi PB Djarum Tetap Berlanjut, Nanti Saya Panggil KPAI

(mdk/lia)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.