LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Mobilitas Masyarakat ke Tempat Wisata Selama HUT RI Meningkat Ekstrem

"Taman yang dimaksud itu tempat-tempat wisata, taman nasional yang dikelola secara resmi. Ini mendekati normal dan ada kenaikan ekstrem. Ini risiko yang sangat besar,"

2020-08-25 16:45:01
Destinasi wisata
Advertisement

Kepala Departemen Epidemiologi FKM Universitas Airlangga (Unair), Atik Choirul Hidajah, mengatakan mobilitas masyarakat Indonesia ke taman atau tempat-tempat wisata belakangan ini cukup tinggi. Bahkan, selama perayaaan HUT ke-75 RI, mobilitas masyarakat ke tempat wisata meningkat ekstrem.

"Taman yang dimaksud itu tempat-tempat wisata, taman nasional yang dikelola secara resmi. Ini mendekati normal dan ada kenaikan ekstrem. Ini risiko yang sangat besar," ujarnya dalam acara Sapa Daerah: Pelajaran dari Kerumunan di Libur Panjang yang disiarkan melalui YouTube BNPB Indonesia, Selasa (25/8).

Tren kenaikan yang sama terjadi di Jawa Timur. Atik Choirul menyebut, sejak tanggal 1 sampai 20 Agustus 2020, mobilitas masyarakat Jawa Timur ke tempat wisata meningkat.

Advertisement

Namun, ada tren penurunan setelah 20 Agustus hingga 23 Agustus 2020. Berbeda dengan Jawa Timur, mobilitas masyarakat Bali ke tempat wisata selama perayaaan hari kemerdekaan ke-75 RI tidak meningkat ekstrem.

"Pergerakan masyarakat Bali ke tempat-tempat wisata dan area publik juga masih ada di bawah baseline. Kalau Jatim dan Indonesia pada umumnya mendekati baseline," kata dia.

Menariknya, warga Bali cenderung berhati-hati keluar rumah. Atik Choirul menyebut, pergerakan masyarakat Bali untuk memenuhi kebutuhan esensial atau farmasi cenderung menurun.

Advertisement

"Rasanya masyarakat Bali sangat berhati-hati," ucapnya.

Pecalang Bali, I Made Sudiarta, mengatakan belakangan ini pergerakan masyarakat ke tempat wisata memang menurun. Bahkan, kerumunan di tempat-tempat tertentu mulai berkurang.

"Tidak seperti sebelumnya," sambung dia.

Sudiarta menjelaskan, Pecalang Bali terus mengimbau kepada masyarakat untuk patuh menerapkan protokol kesehatan saat ke area publik. Harus menggunakan masker, menjaga jarak dan mencuci tangan pakai masker.

"Kita wajibkan ada tempat cuci tangan depan rumah," tutupnya.

(mdk/ray)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.