Mitos Karang Kursi dan Pulau Bedil yang berdentum di Banyuwangi
Karang Kursi erat dikaitkan dengan sosok Nyai Roro Kidul.
Selain keindahan pariwisatanya, Banyuwangi masih banyak menyimpan tempat-tempat menarik. Di sini juga terkenal dengan wisata mistisnya. Yogie Turnando (24) seorang pemandu wisata di Pulau Merah juga merangkap sebagai pemandu wisata misteri di Banyuwangi.
Selain mitos tentang Pulau Merah, Yogie saat berbincang dengan merdeka.com menceritakan tentang sebuah karang yang berada di Pantai Selatan, dan dipercaya sebagai sebuah media untuk Ratu Pantai Selatan atau Nyai Roro Kidul muncul ke dunia ini dari dunianya.
Yogie mengungkapkan bahwa karang tersebut dari bibir Pantai Selatan terlihat menyerupai sebuah kursi yang berdiri. Karena itu karang itu disebut sebagai Karang Kursi. Saat melakukan eksplorasi ke karang dengan kapal, Yogie banyak menemukan fenomena alam yang unik dari karang tersebut.
"Karang kursi ini dimitoskan sebagai tempat Nyi Roro Kidul muncul. Kalau kita berdiri diatas Karang Kursi itu terdapat sebuah jendela angin dari bawah laut yang mengembuskan angin kencang dari laut dan disusul air laut yang menyembur ke atas. Uniknya lagi air yang menyembur di sini tidak asin melainkan tawar," ujar Yogie, saat dikonfirmasi merdeka.com, Jumat (17/10).
Di sekitar Karang Kursi tersebut terdapat sebuah pulau yang berbentuk menyerupai bedil. Pulau ini kemudian dinamakan Pulau Bedil. Selain karena bentuknya, Pulau Bedil juga mengeluarkan suara seperti bedil apabila gua lautnya dihantam ombak.
"Karena bentuknya menyerupai bedil karena itu dinamakan Pulau Bedil. Pulau Bedil ini sering terdengar suara tembakan yang menyerupai bedil. Jadi suara tersebut muncul dari gua laut yang ketika air surut dan air masuk ke dalam gua bisa menimbulkan suara bedil yang amat menggelegar," kisah Yogie.
Namun saat eksplorasi ke pulau tersebut, bukannya mendengar dentuman bedil, Yogie malah mendengar desisan ular yang besar dari dalam gua tersebut.
"Tapi yang saya temukan, jadi kalau gelombang masuk ke situ suaranya seperti mirip desisan ular," pungkasnya.
Baca juga:
Di etape kedua, Indonesia sabet 2 podium sekaligus
Kebakaran di Gunung Ijen tak ganggu Tour de Ijen
Persiapan pembalap adu sprint 100 km di etape II Tour de Ijen
Track sprint, etape kedua Tour de Ijen di gelar usai salat Jumat
Gunung Tumpang Pitu, tempat singgah permaisuri Raja Airlangga
Cerita mistis Pulau Merah dan Batu Moro Seneng di Banyuwangi