Misteri pocong berkeliaran dan makam kacang hijau di Bekasi
Dalam dua pekan terakhir Kampung Pengasinan, Kelurahan Bintara, Bekasi Barat,geger soal isu penampakan pocong.
Dalam dua pekan terakhir Kampung Pengasinan, Kelurahan Bintara, Bekasi Barat, Kota Bekasi geger soal isu penampakan pocong. Bahkan warga merasa ketakutan karena isu tersebut semakin berembus kencang. Isu pocong di Kampung Pengasinan, Kelurahan Bintara, Bekasi Barat, Kota Bekasi sudah berembus sejak pertengahan Agustus bulan lalu. Ceritanya bermula dari meninggalnya seorang pemuda warga setempat bernama Ipan Supriyatna. Setelah dikubur, ternyata tali pocong di kaki Ipan tak dibuka. Atas peristiwa ini muncul kejadian-kejadian aneh di keluarga Ipan. Tiga hari setelah pemakaman, abang almarhum malah sering kesurupan. Pihak keluarga kemudian memanggil orang pintar. "Ada yang salah katanya, arwah minta tali pocong dibuka," cerita Yanto. Setelah ditabur di atas makam Ipan, kacang hijau kini tumbuh subur. Tumbuhan itu terlihat sudah setinggi sekitar 20 cm. Tumbuhan itu menghiasi atas makam.
Bahkan isu pocong ini membuat warga takut beraktivitas pada malam hari. Seperti yang diceritakan oleh salah satu warga Bintara, Aldi. Pria yang berprofesi sebagai tukang ojek ini takut ngojek pada malam hari.
"Saya hanya ngojek sampai sore saja. Padahal biasanya ngojek sampai malam hari," kata Aldi kepada merdeka.com, Jumat (12/9).
Bagaimana cerita awal pocong ini, berikut kisahnya:Berawal matinya seorang pemuda
Ipan meninggal pada 16 Agustus karena sakit. Ada dugaan pemuda yang berprofesi sebagai sopir angkot itu tewas karena over dosis.
Ipan meninggal sekitar pukul 16.00 WIB. Kemudian pihak keluarga langsung menguburkan pada hari itu juga. Karena menjelang petang, petugas penggali kubur di makam Mbah Raden, Yanto sempat menolak.
Alasannya waktu tidak memungkinkan karena pihak keluarga datang sekitar pukul 17.30 WIB. Karena terus didesak, Yanto akhirnya menyanggupi untuk menggali.Tali pocong Ipan tak dibuka
"Saat dikubur, tali pocong di kaki tidak dibuka, malah dikencengin. Yang menguburkan adalah pihak keluarganya yaitu abangnya sendiri. Saya lupa namanya," jelas Yanto.
Saat itu prosesi pemakaman berlangsung lancar. Pemakaman dilakukan menjelang magrib.Kakak almarhum kesurupan
Setelah berkali-kali kesurupan, 12 hari setelah pemakaman pihak keluarga baru meminta agar makam dibongkar. Namun permintaan keluarga ini ditolak Yanto. "Pasti jasad almarhum sudah bau karena sudah lama dikuburkan," jelasnya.
Karena tak bisa dibongkar kembali, orang pintar itu kemudian menyarankan agar pihak keluarga menaburkan kacang hijau di atas makam serta mengubur pakaian almarhum di samping makam. Hal ini dilakukan agar arwah almarhum bisa tenang.Kacang hijau tumbuh di atas makam
Sebelumnya, kacang hijau ini sebagai syarat agar arwah Ipan bisa tenang. Kemudian kacang hijau ditabur di atas makam Ipan.
Gara-gara ada cerita kesurupan dan tali pocong inilah yang kemudian menyebar di Kampung Pengasinan. "Sebenarnya enggak ada pocong. Warga hanya ketakutan saja. Setelah ditabur kacang ijo, abangnya tidak pernah kesurupan lagi," katanya.