LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Miris, Malaysia lebih peduli dengan budaya Indonesia

Pemerintah Malaysia menganggap kebudayaan masyarakat Mandailing itu sangat penting. Sedangkan pemerintah cenderung abai.

2012-06-17 12:01:21
Malaysia
Advertisement

Rencana pemerintah Malaysia memasukkan tari tor-tor dan kesenian gordang sembilan dalam warisan budaya nasionalnya tak selalu dipandang negatif. Etnomusikolog dari Fakultas Sastra Universitas Sumatera Utara (USU), Irwansyah Harahap, justru menilai kebijakan itu positif.

"Berarti Pemerintah Malaysia menganggap kebudayaan masyarakat Mandailing ini penting. Ini juga bentuk penghargaan Pemerintah Malaysia terhadap masyarakat Mandailing yang tinggal di negara itu," kata Irwansyah saat dihubungi merdeka.com, Minggu (17/6).

Seperti diberitakan, saat gathering masyarakat Mandailing di Malaysia, Menteri Penerangan Komunikasi dan Kebudayaan Malaysia, Datuk Seri Dr Rais Yatim, seperti dilansir Bernama, menyatakan mereka akan mendaftarkan tarian tor-tor dan gordang sembilan dalam warisan budaya nasional. Kedua kesenian itu akan didaftarkan dalam Seksyen 67 sebagai Akta Warisan Kebangsaan 2005.

Menurut Irwansyah, kebudayaan adalah hak asasi semua orang, di mana pun dia berada. Jadi, tak salah jika masyarakat Mandailing yang tinggal di Malaysia menjalankan budayanya.

"Budaya kan sebetulnya hak semua orang. Itu hak semua orang untuk melakukannya. Kan banyak orang Mandailing di sana (Malaysia), mereka berhak berkebudayaan. Sama seperti masyarakat Jawa di Suriname, kan tidak boleh dilarang memainkan wayang atau berbahasa Jawa. Sama juga seperti masyarakat Tionghoa di sini, itu juga harus dihargai," bebernya.

Dia menambahkan, dimasukkannya tor-tor dan gordang sembilan sebagai warisan budaya Malaysia, hanya pengakuan legal. Tak akan ada yang memungkiri, termasuk Malaysia sendiri, bahwa kebudayaan itu berasal dari Tapanuli, Sumatera Utara, Indonesia.

Lebih jauh lagi, Irwansyah justru menyalahkan pemerintah Indonesia yang kurang menghargai kebudayaan bangsa sendiri. Kebijakan Malaysia ini seharusnya menjadi bahan introspeksi.

"Selama ini pemerintah belum menganggapnya penting, berbeda dengan perlakuan Malaysia yang menjadikannya warisan budaya, berarti mereka menganggap penting dan menghargainya. Masalah seperti ini selalu ditanggapi negatif, ke depan mari kita berpikir lebih rasional," sindir Irwansyah.(mdk/lia)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.