LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Miris, dalam keadaan stroke Suarni ikut kerja suami demi sesuap nasi

"Kalau saya tidak bekerja, jelas saya tidak makan. Apa saja pekerjaan itu saya lakoni," ujarnya.

2016-04-03 00:03:00
Kemiskinan
Advertisement

Potret kemiskinan terus terjadi di Gumi Mekepung kabupaten Jembrana di Bali. Seperti yang dialami pasutri Ketut Sudiana (59) dan istrinya Nyoman Suarni (50).

Warga Lingkungan Bilukpoh Kangin, Kelurahan Tegalcangkring, Kecamatan Mendoyo, Jembrana Bali ini harus menerima pahitnya hidup. Bekerja mencari nafkah dengan mengajak istri yang dalam kondisi terkena stroke

"Saya orang tak punya pak, setiap hari saya harus bekerja sebagai buruh untuk menyambung hidup. kalau saya tidak bekerja, jelas saya tidak makan. Apa saja pekerjaan itu saya lakoni," ujar Sudiana, saat ditemui di rumah sangat sederhananya, Sabtu (2/4) siang.

Sudiana yang kelihatan lebih tua 10 tahun dari umurnya ini, tinggal berdua dengan istrinya. Sementara anak-anaknya sudah menikah dan tinggal di Denpasar sebagai buruh serabutan.

Dulunya, Sudiana biasa bekerja mencari nafkah dengan istri tercintanya. Namun sejak petaka datang dua tahun lalu, istrinya terkena stroke dan badannya mati setengah.

"Sejak dua tahun ini terpaksa saya bekerja sebagai buruh sendirian karena istri saya sudah tidak bias bekerja lagi akibat terkena stroke," tuturnya.

Terkadang karena kasihan meninggalkan istrinya yang sedang sakit di rumah sendirian, Sudiana kerap mengajak serta istrinya ke tempat kerja. Namun bukan untuk disuruh bekerja melainkan hanya disuruh diam nungguin suaminya bekerja.

"Saya sering mengajak istri saya ke tempat kerja, itu karena saya kasihan meninggalkannya seorang diri di rumah. Takut terjadi apa-apa," imbuhnya.

Sudiana, sebenarnya telah berusaha mengajak istrinya berobat agar bias sembuh dan kembali bias bekerja. Tapi lantaran keterbatasan biaya, pengobatan itu tidak dilanjutkannya lagi. Dia berharap ada dermawan yang membantu untuk kesembuhan istrinya.

Baca juga:
Nenek Kenak setiap hari jalan 10 km jualan sapu demi nafkahi 6 cucu
Kisah bocah-bocah di Jalur Gaza banting tulang demi hidupi keluarga
Kisah janda 80 tahun di Bali hidup dari jual anyam tikar daun pandan
Derita Kadim, lumpuh dan tak bisa melihat di usia senja
Cerita lengkap dr Andra meninggal saat mengabdi di desa terpencil

(mdk/eko)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.