Minimarket di Bandung rawan dirampok
Untuk mencegah dan meminimalisir aksi perampokan, polisi berharap pengusaha mini market menyiagakan petugas satpam.
Pada Rabu (13/6) lalu perampok di Bandung berhasil menggondol dua minimarket Indomaret kurang dari satu jam. Itu artinya sistem keamanan di setiap minimarket yang buka selama 24 jam itu masih minim sistem pengamanan dan sosialisasi.
Saat ini pihak kepolisian masih terus memburu perampok spesialis minimarket. Kasus itu sendiri ditangani Polsek Lengkong dan Polsek Regol. Namun kepolisian tetap mengimbau pemilik minimarket tidak lalai dalam sistem pengamanan. Hal itu bermaksud untuk meminimalisirkan tindak kejahatan.
Dari beberapa kasus kejahatan pencurian di minimarket memiliki modus hampir semuanya sama, yakni menakut-nakuti korban dengan menggunakan senjata api atau senjata tajam. Lalu perampok mengambil sejumlah uang dan makanan.
"Untuk mencegah dan meminimalisir aksi perampokan, kami berharap pengusaha minimarket bisa menyiagakan petugas satpam di sekitar mini market. Selain itu, karena pengusaha minimarket ini termasuk pendatang, kami harap mereka bisa bersosialisasi dengan warga sekitar minimarket," Kata Kabid Humas Polda Jawa Barat, Kombes Pol Martinus Sitompul, saat dihubungi wartawan, Sabtu (16/6).
Dia mengatakan tindak kejahatan itu terjadi karena bertemunya niat dan kesempatan. Bila ada niat tapi tidak ada kesempatan, maka tidak akan terjadi kejahatan dan sebaliknya bila tidak ada niat namun ada kesempatan, maka tidak akan terjadi juga kejahatan.
Dia menambahkan, seseorang untuk melakukan kejahatan tidak bisa diketahui oleh siapa pun, hanya diketahui oleh yang bersangkutan atau kelompok pelakunya. "Kejahatan bisa terjadi kapan saja dan terhadap siapa saja," ujarnya.(mdk/has)