Minim sosialisasi, pengendara kebingungan keluar pintu tol
Tiga pinto tol yang ditutup adalah pintu masuk Semanggi I, pintu keluar tol Tegal Parang, dan pintu keluar Tol Pancoran.
Uji coba penutupan tiga gerbang keluar tol diberlakukan mulai Senin (16/12) pukul 08.00 WIB hingga 10.00 WIB. Penutupan pintu tol keluar tersebut merupakan salah satu upaya dari Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya bersama Jasa Marga untuk menekan angka kemacetan Ibu kota di saat jam kerja.
Namun, minimnya sosialisasi rupanya membuat sejumlah pengendara merasa kebingungan. Seperti yang dialami Arie, pengendara yang hendak menuju kawasan Slipi, Jakarta Barat.
"Rambunya enggak ada, kita juga enggak tahu kalau ada penutupan," ujar Arie, Senin (16/12).
"Harusnya ada sosialisasi, jangan tiba-tiba ditutup. Saya jadi harus nunggu sampai pintu tol dibuka lagi," keluhnya.
Selain itu, penutupan pintu tol tadi pagi mengakibatkan antrean panjang yang berimbas dengan kemacetan yang cukup parah.
Dihubungi terpisah, Kasat Patroli Jalan Raya (PJR) Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP M Jazari mengakui masih banyaknya pengendara yang belum mengetahui penutupan pintu tol keluar tersebut.
"Karena baru hari pertama jadi masih banyak yang enggak tahu," tuturnya saat dihubungi merdeka.com.
Jazari menambahkan, jika masyarakat sudah banyak tahu terkait penutupan jalan tol tersebut, maka pihaknya memprediksi akan mengurangi kemacetan 15 hingga 20 persen.
"Kalau masyarakat sudah tahu. Mengerti maka bisa mengurangi kemacetan 15-20 persen," singkatnya.
Tiga pinto tol yang ditutup adalah pintu masuk Semanggi I, pintu keluar tol Tegal Parang, dan pintu keluar Tol Pancoran.
(mdk/bal)