Miliki kedekatan ideologis, Golkar yakin Yenny dukung Jokowi-Ma'ruf
"Tapi kan semua berpulang ke Mbak Yenny sendiri apakah beliau bersedia atau tidak bergabung. Mbak Yenny saya kira memiliki pertimbangan obyektif untuk menentukan pilihan dukungannya," ungkap Ketua DPP Partai Golkar Bidang Media dan Penggalangan Opini, Ace Hasan Syadzily.
Bakal calon wakil presiden, Sandiaga Uno, bersilaturahmi ke rumah Presiden ke-4 Republik Indonesia, Abdurrahman Wahid atau Gus Dur. Sandi bertemu dengan istri Gus Dur dan putrinya Zannubah Ariffa Chafsoh alias Yenny Wahid.
Usai pertemuan, Sandi menyebut direktur The Wahid Institute itu bisa saja masuk ke timsesnya.
Menanggapi pernyataan Sandi, Ketua DPP Partai Golkar Bidang Media dan Penggalangan Opini, Ace Hasan Syadzily, yakin Yenny Wahid akan mendukung pasangan Jokowi-Ma'ruf di Pilpres 2019.
"Rasa-rasanya Mbak Yenny dan Gus Durian lebih memiliki kedekatan ideologis dengan kami. Kami selalu menghindari untuk menggunakan isu SARA, melawan kelompok intoleran dan lain-lain. Komitmen itu yang selalu dipertunjukkan Pak Jokowi," kata Ace saat dihubungi merdeka.com, Selasa (11/9).
Menurut Ace, wajar saja jika Sandi mengajak semua orang untuk bergabung dalam timsesnya. Namun, kata dia, semua kembali lagi pada keinginan Yenny sendiri.
"Tapi kan semua berpulang ke Mbak Yenny sendiri apakah beliau bersedia atau tidak bergabung. Mbak Yenny saya kira memiliki pertimbangan obyektif untuk menentukan pilihan dukungannya," ungkapnya.
"Pilihan obyektif itu dapat dilihat dari perspektif politik, sosial, ekonomi dan kedekatan kultural," ucapnya.
Baca juga:
Sandiaga yakinkan Yenny Wahid akan fokus ekonomi dan jaga keberagaman
Sandiaga berharap Yenny Wahid bergabung dengan tim kampanyenya
Sandiaga tak ingin ajak Yenny Wahid masuk tim kampanye
Yenny Wahid tentang sosok Sandiaga Uno: Orangnya ceria dalam setiap suasana
Sore ini, Jokowi bertolak ke kediaman almarhum Gus Dur
Yenny Wahid: Seorang kiai harus jaga kesuciannya, politik itu tanah becek
Soal cawapres Jokowi, Yenny Wahid lebih pilih Mahfud MD dibanding Cak Imin