LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Metamorfosa Brama Kumbara: Dari radio, film, hingga ke sinetron

Di masanya, sandiwara radio Saur Sepuh cukup membuat orang-orang terbius.

2014-12-27 09:13:00
Film Laga
Advertisement

Seketika saja kilat menggelegar di tengah hujan deras, suasana bertambah mencekam takala terdengar suara panjang seruling bambu. Tak lama kemudian, seorang penyiar membuka acara sandiwara radio.

"Mempersembahkan sandiwara radio Saur Sepuh dalam kisah Pesanggrahan Keramat..." ujar suara dibalik radio tersebut.

Di era saat ini, bisa dibilang, sandiwara radio seperti Saur Sepuh hanya tersisa kenangan. Program ini menjadi andalan di era '80an di mana televisi belum banyak dimiliki masyarakat. Kekuatan gelombang radio mampu menembus pelosok desa untuk menyiarkan buah karya Niki Kosasih (almarhum) tersebut.

Saur Sepuh bertutur mengenai perjalanan seorang ksatria bernama Brama Kumbara dalam meraih tahta kerajaan. Latar belakang cerita ini adalah kerajaan Majapahit dan Madangkara. Brama Kumbara digambarkan sebagai sosok yang gagah berani, jujur, rupawan, dan membumi, dalam arti berbelas kasih terhadap rakyatnya.

Selain Brama, ada Mantili adik Brama Kumbara. Dia terlahir dari satu ibu namun lain ayah. Mantili digambarkan keras kepala namun memiliki ilmu kanuragaan dengan senjata pamungkasnya adalah Pedang Perak dan Pedang Setan.

Adapula Garnis, Lasmini, Patih Gotawa, Raden Bentar, Dewi Harnum, Pramitha, serta sederet tokoh antagonis dan protagonis yang mengisi sandiwara radio itu.

Di masanya, sandiwara radio Saur Sepuh cukup membuat orang-orang terbius. Seolah enggan tertinggal barang sedetik pun, mereka akan bersiap lima menit sebelum sandiwara dimulai. Di pelosok desa, orang-orang akan merelakan waktu mereka untuk mendengarkan jalan cerita sang pendekar yang digandrungi, Brama Kumbara. Maklum saja, di 80an radio merupakan barang langka dan hanya sebagian orang saja memilikinya.

Meski hanya bisa tergambar lewat suara, namun para penonton akan terbawa hanyut aliran cerita. Sesekali berdecak kagum, nggremen atau ngedumel, bahkan memaki-maki.

Sukses di radio, Saur Sepuh merambah layar lebar. Sponsor film pun sama dengan penyokong denyut nadi Saur Sepuh saat berada di sandiwara radio, produsen farmasi kenamaan. Untuk memuaskan para pecinta drama ini, empunya hajat film PT Kanta Indah Film memproduksinya dalam lima episode.

Episode pertama adalah Satria Madangkara. Sebuah kisah yang dilatarbelakangi kerajaan Majapahit dan Madangkara, di mana Brama Kumbara membunuh tunangan Mantili yang dianggap mengadu domba kedua kerajaan. Mantili murka. Dendam tersulut. Namun, ada cinta tak terbalas di balik pembalasan dendam Mantili kepada kesatria rupawan Brama Kumbara.

Ada yang membuat takjub penonton dalam film tersebut. Bila sebelumnya kendaraan Brama Kumbara hanya digambarkan secara lisan, di layar lebar kendaraan sakti sang kesatria tergambar jelas, seekor Garuda raksasa. Teknologi yang digunakan di era tersebut masih sangat sederhana, jangan bayangkan anda menonton film animasi seperti sekarang.

Sukses di episode pertama, PT Kanta Indah Film memproduksi sekuel lainnya dari Saur Sepuh; Pesanggrahan Keramat (eps 2), Kembang Gunung Lawu (eps 3), Titisan Darah Biru (eps 4), dan Istana Atap Langit (eps 5).

Sukses film Saur Sepuh merambah layar lebar diikuti sandiwara radio lainnya; Tutur Tinular, dan Misteri Gunung Merapi. Ada yang menarik, era layar lebar tidak hanya menawarkan keseruan adegan tiap adegan dalam film tersebut. Namun, ada sensualitas yang ditawarkan dalam sebuah tayangan.

Seiring perkembangan teknologi, lambat laun radio, film, mulai lesu. Sandiwara Radio yang melegenda di era-nya ditarik ke layar kaca. Cerita sandiwara radio mulai bermetamorforsa, dari radio, film, dan sekarang serial sinetron.

Apakah gereget masa lalu sandiwara radio akan terulang di era digital sekarang?

Baca juga:
Mereka yang besar dari film laga kolosal
Pendekar Tongkat Emas, appetizer sebelum AADC Jilid II?
Film silat ini, muncul di era modern
Film silat siap bersaing dengan genre percintaan dan horor
Produksi Film Silat, untung apa buntung?
Masih ingatkah, film laga ini pernah melegenda di 80-an

(mdk/bal)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.