Meski PSBB, Pemudik Terus Berdatangan ke Solo
Meskipun sejumlah daerah masih menerapkan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) namun jumlah pemudik yang datang di Kota Solo mengalami kenaikan. Pada Minggu (17/5) kemarin, jumlah pemudik yang terjadi posko karantina sebanyak 13 orang.
Meskipun sejumlah daerah masih menerapkan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) namun jumlah pemudik yang datang di Kota Solo mengalami kenaikan. Pada Minggu (17/5) kemarin, jumlah pemudik yang terjadi posko karantina sebanyak 13 orang.
"Ini tambahan yang di Graha Wisata lumayan banyak. Trennya naik, kemarin itu ada 13," ujar Ahyani, Senin (18/5).
Ketigabelas pemudik tersebut, menurut Ahyani, berasal dari daerah sekitar. Di antaranya Jakarta, Tangerang, Gresik dan Surabaya. Ahyani heran, kenapa para pemudik tersebut bisa lolos hingga ke Kota Solo. Padahal daerah-daerah tersebut masih menerapkan PSBB.
"Di sana itu kan masih PSBB, kok masih bisa sampai Solo?," ungkap dia.
Terkait pemudik asal luar negeri dan para anak buah kapal (ABK), Ahyani mengaku belum mendapatkan kabar. Namun menurutnya sebelum masuk Solo, para ABK tersebut akan dikarantina oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terlebih dahulu. Terkait karantina tersebut, pihaknya akan berkoordinasi dengan Pemprov Jateng.
"Soal karantina kita koordinasi dulu. Kalau sudah dikarantina di sana, tapi pulangnya mampir-mampir belanja atau ke mana dulu, ya kita bawa ke posko dulu," tandasnya.
Sementara itu berdasarkan data hingga Senin siang, jumlah pasien positif Corona di Kota Solo mencapai 29 orang. Dari jumlah tersebut 17 orang sembuh, 8 dirawat dan 4 orang meninggal dunia. Jumlah pasien dalam pengawasan (PDP)172 orang, 25 dirawat, 121 sembuh dan 26 meninggal.
"Total ODP (orang dalam pengawasan) ada 563 orang, tapi 532 sudah selesai pemantauan. Yang rawat jalan 31 orang," tutup Ahyani.
(mdk/bal)