Meski hujan, puluhan hektare lahan di Ogan Ilir masih terbakar
Area yang terbakar berada di lahan perkebunan dan rawa-rawa.
Meski tahun ini terbilang kemarau basah atau hujan terkadang tetap turun, kebakaran hutan dan lahan di wilayah Ogan Ilir, Sumatera Selatan, masih juga terjadi. Dalam kurun waktu dua bulan terakhir, tercatat puluhan hektare lahan di daerah itu hangus terbakar.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ogan Ilir, Ahmad Syakroni mengungkapkan, area yang terbakar berada di lahan perkebunan dan rawa-rawa di Kecamatan Pemulutan dan sepanjang jalan Inderalaya-Palembang. Pemicunya mayoritas karena kesengajaan warga yang membuka lahan.
"Memang kemarau tahun ini masih ada hujan, tapi kebakaran hutan tetap ada. Dua bulan ini saja ada puluhan hektare lahan di Ogan Ilir terbakar," ungkap Syakroni di Indralaya, Senin (22/8).
Menurut dia, total area lahan yang terbakar tahun ini jauh lebih sedikit dibanding tahun lalu yang mencapai ratusan hektare. Meski demikian, upaya pemadaman tetap dilakukan dengan membangun posko di titik-titik rawan.
"Kita mengalami kesulitan menjangkau daerah yang aksesnya jauh dan tidak bisa dilalui kendaraan, otomatis pakai manual. Ini kelemahannya," ujarnya.
Sementara itu, Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengatakan, pihaknya tetap menyalurkan bantuan bagi korban jiwa terpapar asap akibat kebakaran hutan dan lahan. Per jiwa diberikan bantuan sebesar Rp 15 juta yang dialokasikan dari Bantuan Sosial Kematian (BSK).
"Sama seperti tahun lalu, tahun ini kita siapkan bantuan sosialnya. Jumlahnya masih sama, Rp 15 juta per jiwa," kata Mensos.
Untuk mendapatkan bantuan tersebut, terlebih dahulu harus melapor ke Dinas Sosial setempat atau langsung ke Kemensos. Pencairan dilakukan melalui transfer ke rekening keluarga korban.
"Jadi, jika ada yang tahu di sekelilingnya meninggal karena asap, segera laporkan. Itu juga sama dengan bantuan bagi korban bencana," tukasnya.
Baca juga:
Cerita Kapolda Riau ikut padamkan api di lahan sawit meski berpuasa
Polisi kesulitan padamkan kebakaran di perkebunan sawit Rohil
Siang malam dipadamkan, titik api akibat karhutla di Riau menurun
Kebakaran hutan meluas, Kapolda Riau minta bantuan bupati & gubernur
Dirambah warga ilegal, hutan Taman Nasional Tesso Nilo semakin rusak