Meski Diterjang Tsunami, Umat Nasrani Tetap Rayakan Misa Natal
Untuk merayakan Misa Natal memang selalu dilakukan setiap tanggal 25 Desember dan bukan di hari Minggu. Tema Natal pada tahun ini yakni 'Rencana Tuhan Tidak Ada Yang Gagal'.
Meski terjadi musibah tsunami, tak mengendurkan sebagian masyarakat Carita khususnya yang beragama Nasrani untuk merayakan Hari Raya Natal. Perayaan Hari Natal ini salah satunya dilakukan di Gereja Pante Kosta Rahmat Carita.
Pendeta Gereja Pante Kosta Rahmat Carita, Markus Taekz mengatakan, perayaan Natal tahun ini sangatlah berbeda. Karena tak ada persiapan lebih dilakukan oleh panitia pelaksana melihat kondisi yang dialami oleh warga Carita.
"Waktu itu memang mereka (panitia pelaksana) kumpul, tapi karena ada isu air naik lagi mereka pulang dan mengungsi kemana-mana," katanya di lokasi, Carita, Banten, Selasa (25/12).
Untuk merayakan Misa Natal memang selalu dilakukan setiap tanggal 25 Desember dan bukan di hari Minggu. Tema Natal pada tahun ini yakni 'Rencana Tuhan Tidak Ada Yang Gagal'.
"Tema Natal tahun ini 'Rencana Tuhan Tidak Ada Yang Gagal', manusia rencana gagal tapi Tuhan tidak. Jadi jika terjadi seperti ini, kami tidak menyalahkan satu sama lain, tapi Tuhan sedang bicara dengan alam untuk menyadarkan manusia," jelasnya.
Ia pun menyebut, adanya musibah tsunami yang terjadi pada Sabtu (22/12) lalu musibah. Jemaat yang hadir dalam Misa kali ini tak lebih banyak dari tahun sebelumnya.
"Jemaatnya dari Labuan, Menes, Saketi, Carita, Panimbang, Sobang, dan sekitar Pandeglang. Tahun-tahun yang sebelumnya ada 200 lebih, tetapi untuk tahun ini mungkin ada 100-an," sebutnya.
"Biasanya kami pasang tenda di luar ya, karena tahun ini ada bencana kami enggak pakai tenda kami ibadah sederhana, dan doakan korban bencana agar keluarga yang ditinggalkan tetap kuat," sambungnya.
Bukan hanya itu saja, dampak dari tsunami ini juga membuat kebiasaan perayaan Hari Raya Natal menjadi berbeda. Karena pada tahun sebelumnya, ada penampilan dari anak-anak.
"Biasanya ada anak-anak yang tampil, remaja, kalau minggu mereka tampil. Kami lihat nanti (ada penampilan apa enggak), karena anggota kami banyak yang ngungsi ya," ucapnya.
Dengan adanya musibah ini, ia berpesan agar manusia harus percaya dengan keberadaan Tuhan. "Ya untuk keadaan seperti ini, jangan takut percaya pada tuhan, lebih dekat lagi. Kita harus percaya bahwa tuhan sedang berbicara melalui alam," pungkasnya.
Baca juga:
Finalis Abang None Jakarta Timur Tya Dwi Ardianti Jadi Korban Tsunami Anyer
Tsunami Banten, BNPB Tetapkan Masa Tanggap Darurat di Pandeglang 14 Hari
Jelang Tsunami, Seismograf di Pulau Anak Krakatau Sempat Rusak
RI Tak Punya Alat Deteksi Tsunami Longsoran Bawah Laut dan Erupsi Gunung
Enam Tahun Lalu Buku Ini Sudah Prediksi Anak Krakatau Bisa Picu Tsunami Selat Sunda