Meski dilarang, GO-JEK tetap beroperasi di Solo
Meski dilarang GO-JEK tetap beroperasi di Solo. Sejumlah pengemudi GO-JEK yang ditemui merdeka.com mengaku tetap akan beroperasi meski dilarang. Mereka beralasan tak mempunyai pekerjaan lain untuk menghidupi keluarga. "Kami mohon pemkot bersikap bijaksana, demikian juga dengan manajemen."
Pemerintah Kota (Pemkot) Solo melarang keberadaan ojek online (GO-JEK) beroperasi di Kota Bengawan. Wali Kota Solo FX, Hadi Rudyatmo mengatakan, jasa transportasi ojek online ini ilegal dan menimbulkan permasalahan sosial. Untuk itu pihaknya berencana menggandeng Kepolisian untuk merazia keberadaan GO-JEK.
Kendati telah dilarang, namun ratusan driver GO-JEK masih beroperasi di Kota Solo dan sekitarnya. Mengenakan jaket hijau serta helm bertuliskan GO-JEK, mereka masih menaikkan dan menurunkan penumpang. Razia oleh kepolisian yang dikatakan Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo juga belum tampak dilakukan. Para driver GO-JEK tak memedulikan larangan yang disampaikan oleh Pemkot Solo, Kamis (13/10) kemarin.
Sejumlah driver GO-JEK yang ditemui merdeka.com mengaku tetap akan beroperasi meski dilarang. Mereka beralasan tak mempunyai pekerjaan lain untuk menghidupi keluarga.
"Ya kalau saya dan teman-teman akan tetap beroperasi seperti biasa mas. Kami mohon pemkot bersikap bijaksana, demikian juga dengan manajemen. Carikan kami solusi agar tetap bisa beroperasi," ujar salah satu driver GO-JEK yang enggan disebutkan namanya.
Terkait perizinan pengoperasian GO-JEK, sejumlah driver dan pengurus di Solo pun enggan memberikan komentarnya. Mereka mengaku tidak mempunyai hak untuk memberikan pernyataan apapun terkait keberadaan GO-JEK di Solo.
"Maaf mas, saya tidak bisa memberikan keterangan apapun terkait GO-JEK dan perizinan operasinya. Pengurus GO-JEK pusat yang akan memberikan keterangan," ucap personel GO-JEK yang tak mau disebutkan namanya.
Baca juga:
Buru penganiaya driver GO-JEK, Polresta Solo periksa sejumlah saksi
Lagi tunggu penumpang, driver GO-JEK di Solo dikeroyok
Timbulkan masalah sosial, Pemkot Solo larang ojek online operasi
Mediasi dengan driver, CEO GO-JEK janji kaji ulang aturan performa
Jeritan pengendara GO-JEK, dibutuhkan warga tapi ditindas manajemen
CEO tak hadir, mediasi GO-JEK dengan driver dilanjutkan besok
DPR minta manajemen GO-JEK penuhi tuntutan kesejahteraan driver