LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

MERS meresahkan, calon jemaah umrah batalkan keberangkatan

Para calon jemaah haji ini takut terjangkit virus MERS.

2014-05-07 12:46:49
Virus MERS
Advertisement

Penemuan sejumlah kasus Middle East Respiratory Syndrome (MERS) di Arab Saudi meresahkan calon jemaah umrah. Sebagian di antaranya menunda, bahkan membatalkan, rencana perjalanannya.

Penundaan keberangkatan ini setidaknya terjadi di Siar Tour (PT Siar Haraman Internasional), Jalan Sisingamangaraja Medan, Rabu (7/5). Puluhan calon jemaah datang ke biro perjalanan itu untuk menunda keberangkatannya, karena mereka khawatir terjangkit MERS corona virus.

"Kami sangsi (ragu) membawa keluarga dan saudara umrah ke Tanah Suci karena kami takut terjangkit virus MERS. Kami juga takut membawa virus itu ke Indonesia," kata Sartimah, calon jemaah umrah yang menunda keberangkatannya.

Hal senada disampaikan Ngatimah Sipahutar. Perempuan ini mengaku membatalkan keberangkatannya yang terjadwal pada 9 Mei mendatang. "Kami khawatir karena belum ada vaksin atau obat untuk MERS ini," ucapnya.
 
Sementara itu, pemilik Biro Perjalanan Umrah PT Siar Haraman Internasional Alam Ria Asmardy mengakui merebaknya kasus MERS ini berdampak negatif pada bisnis mereka. Kabar itu membuat calon jemaah umrah menunda atau membatalkan keberangkatannya. "Apalagi kemarin ada jemaah asal Sumut yang meninggal sepulang umrah," jelas Alama Ria Asmardy.

Pria ini menambahkan, mereka tidak dapat berbuat banyak jika jemaah membatalka keberangkatannya. "Seluruh ongkos umrah kami kembalikan tanpa potongan," ucapnya

Untuk calon  jemaah yang tetap berangkat, kata Alam Ria, biro perjalannya sudah mendapat penyuluhan dari Kementerian Kesehatan mengenai langkah-langkah untuk mengantisipasi penularan MERS. Mereka juga akan memantau kesehatan jemaah.

Sebelum maraknya pemberitaan mengenai temuan MERS, animo masyarakat untuk melaksanakan ibadah umrah sangat tinggi. "Sepekan lalu, tidak ada penundaan, sampai berita kasus MERS ini marak," sambung Alam Ria.

Seperti diberitakan, sudah 2 suspect MERS masuk ke  RSUP H Adam Malik. Seorang di antaranya, Ks (54), sudah meninggal dunia, Minggu (4/5). Sementara itu seorang lagi,  SHN (50) dirujuk ke  RSUP H  Adam Malik pada Senin (5/5) se 16 30. Dia masih dirawat di gedung Rawat Infeksius RSUP H Adam Malik, Medan. (mdk/has)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.