LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Merasa difitnah, Alex polisikan Ketua KONI DKI

Ayah kandung dari pebalap nasional Alexandra tersebut melaporkan keduanya atas pencemaran nama baik.

2014-07-03 04:46:36
KONI
Advertisement

Kekisruhan di tubuh Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi DKI Jakarta semakin memanas. Mantan Sekretaris Umum KONI DKI Jakarta Alex Asmasoebrata melaporkan Ketua KONI DKI Winny Erwindia dan Ketua Bidang Organisasi KONI DKI Ashraf Ali ke Polda Metro Jaya, Rabu (2/7).

Ayah kandung dari pebalap nasional Alexandra tersebut melaporkan keduanya atas pencemaran nama baik.

"Di hadapan jajaran KONI, sebelum saya dipecat semena-mena, Winny memfitnah saya bersama Icuk Sugiarto, Audi Tambunan, bersama-sama mengumpulin uang untuk menyogok Kejaksaan agar kasus korupsi dia di Bank DKI diangkat kembali," ujar Alex kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Rabu (2/7).

Dia mengatakan, Ashraf Ali yang juga merupakan anggota DPRD DKI tersebut bahkan berbicara kepada media bahwa Alex dikeluarkan tidak pernah masuk dan tidak mengurusi KONI.

"Itu cari-cari alasan, cara-cara ini tidak elegan, apalagi memfitnah saya. Bahkan saya dikatakan memeras Rp 10 Miliar," tandasnya.

Alex menuturkan, dia hanya menanyakan ke Kejaksaan Agung tentang kasus korupsi Bank DKI."Kasus korupsi Rp 80 miliar itu sudah sejak Juni 2011, saya hanya bertanya ke kejaksaan, lalu saya dipecat dari sekretaris umum, dengan proses organisasi yang tidak benar. KONI itu mengurus atlet, uangnya APBD, masa olahragawan Jakarta dipimpin tersangka korupsi. Saya juga akan lapor ke Plt Gubernur Pak Ahok," tuturnya.

Seperti diketahui sebanyak 18 pengurus KONI DKI dikeluarkan dari susunan kepengurusan sesuai dari hasil rapat anggota. Posisi Alex sebagai Sekretaris Umum KONI DKI diganti oleh Gede Sardjana. Hal ini dikarenakan jarang hadirnya Alex Asmasoebrata dalam kegiatan KONI DKI. Perombakan dilakukan dengan alasan kepengurusan KONI DKI dianggap gemuk dan mengakibatkan alokasi anggaran menjadi lebih besar.

Mereka dikeluarkan dilihat dari kapasitas dan intensitas kehadiran dalam kepengurusan. KONI DKI mengklaim perombakan kepengurusan atau reshuffle rutin dilakukan. Bahkan tahun lalu, KONI DKI melakukan dua kali reshuffle organisasi.

Reshuffle kepengurusan dan penggantian antar waktu pengurus KONI DKI masa bakti 2013-2017 telah disetujui oleh Ketua Umum KONI Pusat Mayjen TNI (Purn) Tono Suratman melalui Surat Keputusan KONI Pusat No. 56 tahun 2014.

(mdk/ren)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.