Merapi meletus, hujan abu tipis bikin warga Klaten berhamburan
Saat ini warga diminta untuk tetap waspada serta mengenakan masker yang telah dibagikan oleh BPBD.
Hujan abu tipis terjadi akibat meletusnya Gunung Merapi, di Desa Sidorejo, Kalitengah dan Balerante, Kecamatan Kemalang, Klaten, Jawa Tengah. Hujan abu tipis terjadi saat subuh tadi sekitar 15 menit. Ratusan warga di desa yang hanya berjarak 6 kilometer dari puncak Merapi tersebut sempat mengungsi ke desa tetangga, setelah mendengar suara gemuruh Merapi.
"Tadi warga sempat berhamburan melarikan diri ke Desa Panggang, jaraknya 1 km. Mereka mendengar suara gemuruh menggelegar dari Merapi. Saya juga melihat ada kepulan asap hitam. Tapi sekarang mereka sudah kembali, setelah dinyatakan aman," ujar Camat Kemalang, Bambang, ketika dihubungi merdeka.com, Minggu (20/4).
Menurut Bambang, saat ini warganya sudah kembali ke rumah masing-masing. Mereka sempat panik dan berlarian untuk mengungsi. Namun setelah melihat kepulan asap disapu angin ke barat (arah Magelang) warga menjadi lebih tenang.
“Sekitar pukul 06.00 WIB, warga sudah kembali ke rumah mereka. Kita tetap mengamati kondisi gunung bersama pihak terkait," ucapnya.
Dihubungi terpisah, Koordinator radio komunitas Lereng Merapi, Sukiman Mohtar Pratomo,
membenarkan telah terjadi letusan Gunung Merapi sekitar Pukul 04.30 WIB.
"Sebelum meletus ada suara gemuruh terdengar sangat kencang dari Sidorejo, dan Balerante. Warga yang ketakutan langsung mengungsi menggunakan kendaraan bermotor. Mereka juga membawa bekal dan harta benda," terangnya.
Menurut Sukiman, saat ini warga diminta untuk tetap waspada serta mengenakan masker yang telah dibagikan oleh BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Klaten, agar tak terjadi gangguan pernafasan.(mdk/cob)